Breaking News:

Berita Muarojambi

Diklaim Portal Lahannya Sendiri, Warga Muarojambi Datangi Pengadilan Negeri Sengeti Minta Keadilan.

Berita Batanghari-Sekelompok warga yang tergabung dalam Forum Masyarakat Peduli Hukum mendatangi Pengadilan Negeri Sengeti pada Kamis (6/1/22).

Penulis: Hasbi Sabirin | Editor: Nani Rachmaini
HASBI SABIRIN/TRIBUNJAMBI.COM
Klaim Portal Lahannya Sendiri, Warga Muarojambi Datangi Pengadilan Negeri Sengeti Minta Keadilan. 

TRIBUNJAMBI.COM, SENGETI-Sekelompok warga yang tergabung dalam Forum Masyarakat Peduli Hukum mendatangi Pengadilan Negeri Sengeti pada Kamis (6/1/22).

Sejumlah warga berorasi di depan gedung PN Sengeti meminta pihak pengadilan berlaku adil menangani kasus yang menimpa keluarganya Beni cs.

Seperti yang diungkapkan oleh Rojali Forum Masyarakat Peduli Hukum Muarojambi mengatakan, penahanan terhadap keluarga korban terdapat kejanggalan terkait penyelesaian hukumnya

Tak berapa lama berorasi, mereka langsung berdiskusi dan berdialog dengan pihak Pengadilan Negeri Sengeti tentang persoalan sengketa tanah antara Beni cs.

"Kami meminta Beni Cs ini ditangguhkan penahanannya lantaran ada gugatan perdata yang juga diajukan terhadap tanah atau lokasi yang saat ini dalam objek sengketa," kata Rojali.

Kronologis awal sebelum Beni Cs ditahan di Pengadilan Negeri Sengeti, bahwa Beni Cs melakukan pemasangan portal di jalan umum yang diklim miliknya berlokasi di KM 68 Desa Awin Jaya Kecamatan Sekernan.

"Sesuai segel yang dipegang oleh orangtua Beni, lokasi tersebut merupakan tanah mereka segel tahun 1974. Jika itu jalan umum belum ada bukti yang sah dan belum pernah mendapat perhatian dari pemerintah setempat," ungkapnya.

Sementara koordinator aksi Debi Sargawi juga membenarkan lokasi jalan yang diportal oleh Beni cs merupakan lahan miliknya sendiri. Jalan itu menghubungkan ratusan hektare lahan warga dan perusahaan yang ada di sana.

Lantaran pemasangan portal tersebutlah, Beni Cs dilaporkan ke polisi dan sudah ditetapkan sebagai tersangka, dan disangkakan melanggar pasal 192 KUHP dengan ancaman hukuman 9 tahun.

"Atas itu kita menuntut Pengadilan Negeri Sengeti untuk berlaku adil dalam menangani persoalan ini," tutur Dedi Sargawi.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved