Editorial

Tahun Baru, Jalan Lama Rusak Tak Kunjung Ada Perbaikan

Sejumlah jalan di Provinsi Jambi mengalami kerusakan yang kian parah. Curah hujan tinggi kian memperburuk kondisinya.

Editor: Deddy Rachmawan
tribunjambi/abdullah usman
Satu ruas jalan di Kabupaten Tanjab Timur yang mengalami kerusakan. Perbaikan Jalan Kabupaten di Kabupaten Tanjab Timur Dilakukan Secara Bertahap 

Sejumlah jalan di Provinsi Jambi mengalami kerusakan yang kian parah. Curah hujan tinggi kian memperburuk kondisinya. Hampir semua kota/kabupaten di Provinsi Jambi melaporkannya. 

Dari kabupaten Muarojambi, warga Desa Mudung Darat mengeluhkan jalan yang biasa mereka tempuh menuju Desa Sitiris serta ke Jambi Kecil, Kecamatan Maro Sebo, Kabupaten Muarojambi rusak parah.

Kerusakan jalan itu terlihat badan jalannya sudah dipenuhi lubang besar dan genangan air ketika hujan. Seorang warga bahkan menyatakan kekecewaannya pada Bupati Masnah Busro karena tidak memperhatikan jalan tersebut. 

Kedalaman lubang jalan diperkirakan 1,5 meter, sehingga membuat kendaraan terjebak hingga terbenam.

Situasi yang sama juga dirasakan warga Kecamatan Nalotantan, Kabupaten Merangin.  Kerusakan jalan membuat komoditas pertaniannya tak bisa diangkut.  Padahal, Kecamatan Nalotantan termasuk wilayah kecamatan dalam kota, namun kondisi jalannya sangat memprihatinkan.

Kondisi miris juga dilaporkan dari Desa Sekamis Kecamatan Cermin Nan Gedang, Sarolangun.  Truk pengangkut kebutuhan warga ke Batang Asai pun terperosok, sehingga mengakibatkan arus terkendala.

Kendaraan bermotor dan mobil harus antre dan terjatuh saat melintas di jalan tersebut. Bahkan tinggi lubang diperkirakan hingga satu meter.

Seorang pengendara mengatakan, saat melintas pakaian, sepatu para pengendara motor harus berani kotor dan siap terjatuh saat melewati jalan tersebut.

Sebagai pengendara dia berharap agar jalan tersebut dalam waktu dekat dapat diperbaiki oleh pemerintah, agar masyarakat tidak terkendala lagi mobilitasnya.

Musim hujan memang menjadi momok bagi sebagian warga Provinsi Jambi, faktor geografis dan kontur tanah yang didominasi tanah liat membuat jalan kurang bersahabat untuk digunakan.

Jika di musim kemarau menyebabkan debu, di musim hujan menjadi licin, berlubang sehingga membuat pengendara harus siap dengan konsekuensi terjatuh, terjerembab hingga terbenam.

Baca juga: Jalan di Desa Sekamis Sarolangun Rusak parah, Truk Pengangkut Sembako Kesulitan Melintas

Baca juga: Dinas PUPR Turunkan Tiga Alat Berat Atasi Longsor di Bungo

Solusinya memang harus dilakukan pembangunan jalan cor beton atau aspal.  Namun, tentu kondisi keuangan masing-masing daerah tidak sepenuhnya memadai.

Belum lagi jika pembangunan terdahulu dengan kualitas yang pas-pasan, saat ini kondisinya sudah kembali seperti semula, sehingga menuntut untuk diperbaiki.

Pandemi Covid-19 melengkapi penderitaaan itu, hampir seluruh kota/kabupaten, provinsi hingga pusat harus melakukan refocussing anggaran.  Biaya perbaikan hingga pembangunan yang sudah 

Halaman
12
Sumber: Tribun Jambi
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved