Senin, 1 Juni 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Sejumlah Peneliti di Kutub Selatan Terpapar Covid-19, Diduga Omicron

Wabah Covid-19 dilaporkan telah sampai di Antarktika pada akhir Desember 2021. Sejumlah ilmuwan yang tengah melakukan penelitian positif virus corona.

Tayang:
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Michelle Maria via Wikimedia
Ilustrasi. Stasiun penelitian milik Argentina di Antarktika pada 2013. Pada Desember 2021, wabah Covid-19 sampai ke Antarktika, menjangkiti sekelompok ilmuwan Belgia. 

TRIBUNJAMBI.COM - Wabah Covid-19 dilaporkan telah sampai di Antarktika pada akhir Desember 2021. Sejumlah ilmuwan yang tengah melakukan penelitian positif Virus Corona.

Seperti dilaporkan Le Soir sebagaimana dikutip Telegraph, sebanyak dua per tiga dari 25 peneliti asal Belgia positf Covid-19.

Para peneliti tetap terkena Covid-19 walaupun telah melalui serangkaian tes PCR, dikarantina, dan menempati salah satu tempat paling terpencil di dunia itu.

Semua peneliti tersebut dilaporkan sudah divaksinasi secara penuh. Bahkan seorang peneliti telah mendapatkan dosis booster.

Mereka diketahui berangkat dari Belgia pada awal Desember 2021, dan sempat melakukan tes PCR sebelum terbang ke Afrika Selatan.

Di Afrika Selatan, mereka kemudian dikarantina selama 10 hari dan kembali dites PCR.

Sesampainya di Antarktika, mereka kembali dites PCR lima hari setelah tiba di stasiun penelitian.

Seorang peneliti dinyatakan positif Covid-19 tujuh hari setelah tiba di stasiun. Orang itu kemudian isolasi mandiri. Namun, dua koleganya ternyata juga telah tertular.

Baca juga: Update Kasus Covid-19 Varian Omicron di Indonesia, Bertambah 68 Kasus Baru

Baca juga: Demokrat Desak Pemerintah Atasi Omicron: Jangan Tunggu Korban Berjatuhan

Pada 23 Desember tahun lalu, tiga orang yang positif Covid-19 telah dievakuasi, tetapi virus ternyata sudah kadung menyebar.

Para peneliti di Antarktika tersebut diduga terinfeksi varian Omicron. Pasalnya, varian itu bertanggung jawab atas sebagian besar infeksi baru di Afrika Selatan saat para peneliti datang.

Gara-gara Covid-19, ekspedisi yang melibatkan para peneliti itu rencananya akan diperpendek hingga 12 Januari 2022.

Stasiun Putri Elisabeth Antarktika memiliki dua dokter dan melarang kedatangan baru sebelum kasus Covid-19 di sana hilang.

Berita ini telah tayang di Kompas.tv

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved