Pemilu 2024

6 Partai Ini Lolos Parliamentary Threshold, Tidak Ada Nama Partai Ummat dan PSI

Sejumlah partai diprediksi tidak lolos parliamentary threshold (PT) atau ambang batas parlemen

Editor: Rahimin
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Bendera partai peserta Pemilu 2014 memenuhi pinggiran flyover Pramuka mengarah ke Tugu Proklamasi, Jakarta Pusat, Jumat (4/4/2014). 6 Partai Ini Lolos Parliamentary Threshold, Tidak Ada Nama Partai Ummat dan PSI 

TRIBUNJAMBI.COM - Beberapa partai politik diprediksi lolos parliamentary threshold (PT) atau ambang batas parlemen sebesar 4 persen dalam Pemilu 2024 mendatang.

Hasil survei Saiful Mujani Research & Consulting (SMRC) hanya ada enam partai berada di atas ambang batas parlemen atau bisa mengirimkan kadernya untuk duduk sebagai anggota legislatif di Senayan.

Hal itu dikatakan Direktur Eksekutif SMRC Sirojuddin Abbas dalam pemaparan survei secara daring, Selasa (28/12/2021) seperti dikutip dari Kompas.TV.

Hasil survei SMRC, elektabilitas PDI Perjuangan berada di peringkat teratas dengan nilai 25,2 persen.

Posisi kedua Partai Golkar dengan angka 11,2 persen, dan posisi ketiga Partai Gerindra dengan 10,8 persen.

Untuk posisi keempat ditempati PKB dengan elektabilitas 8,4 persen.

Posisi kelima Partai Demokrat 6,2 persen dan PKS menjadi partai keenam yang lolos ke Senayan dengan nilai 5,1 persen.

Untuk partai politik yang berada di bawah parliamentary threshold 4 persen adalah Partai Nasdem dengan elektabilitas 3,4 persen, PPP 2,7 persen, Perindo 2,0 persen, PAN 1,8 persen dan Hanura 0,6 persen.

PSI 0,5 persen, Partai Emas 0,3 persen, Partai Buruh 0,2 persen, PBB 0,1 persen, PID 0,1 persen, Garuda 0,1 persen, Gelora 0,1 persen, Masyumi 0,1 persen, Ummat 0,1 persen, PUKM 0,1 persen, Berkarya, PKP, PInter, Pandai, Nusantara 0 persen.

Menurut Sirojuddin Abbas, untuk responden yang tidak menjawab atau tidak tahu 20,9 persen.

 "Masih ada waktu untuk berubah. Banyak faktor yang bisa memengaruhi perubahan itu. Salah satunya, untuk partai besar seperti PDIP adalah calon presiden yang diusungnya," katanya.

Dikatakan Sirojuddin Abbas, survei dilakukan dengan wawancara tatap muka pada 8-16 Desember 2021 terhadap 2.024 responden.

Pengambilan sampel dilakukan secara acak dengan metode multistage random sampling.

Adapun margin of error survei ini sebesar kurang lebih 2,2 persen pada tingkat kepercayaan mencapai 95 persen.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved