Vaksinasi Covid

Vaksin Nusantara Dipilih Jokowi Jadi Vaksin Booster Covid-19 Selain Merah Putih

Vaksin Nusantara yang digagas Mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto akan menjadi satu opsi untuk vaksin booster Covid-19

Editor: Rahimin
ist
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko memilih untuk disuntik Vaksin Nusantara untuk mencegah penularan Covid-19 walaupun sudah divaksin Sinovac 2 kali. Vaksin Nusantara Dipilih Jokowi Jadi Vaksin Booster Covid-19 Selain Merah Putih 

TRIBUNJAMBI.COM - Vaksin Nusantara menjadi satu pilihan untuk vaksin booster Covid-19

Vaksin Nusantaran menjadi satu opsi booster, sesuai arahan dari Presiden Joko Widodo.

Hal itu dikatakan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.

Airlangga Hartarto bilang,  Vaksin Nusantara disiapkan pemerintah selain vaksin Merah Putih.

Selain Vaksin Nusantara, vaksin lain yang menjadi opsi booster vaksin Covid-19 dalam program Merah Putih yakni vaksin Unair dan Biotis, Bio Farma dan Baylor College, Kalbe Farma-Genexin, dan Anhui.

"Arahan Bapak Presiden, beberapa opsi vaksin booster yang akan disiapkan dengan Vaksin Merah Putih yang dikembangkan BUMN dengan Baylor (Medical College), vaksin kerja sama dalam negeri termasuk yang masuk dalam program Merah Putih adalah Unair dan Biotis, Bio Farma dan Baylor College, Kalbe Farma-Genexin, dan Anhui, plus vaksin Nusantara," katanya saat konferensi pers terkait Evaluasi PPKM yang dilakukan secara daring, Senin (20/12/2021).

Booster vaksin Covid-19 rencananya bakal dilakukan pada 2022.

Pemerintah sedang dalam proses melakukan revisi peraturan presiden (perpres) dan peraturan menteri kesehatan (permenkes).

Juga lagi dilakukan kajian untuk realisasi vaksin dosis ketiga dari Pfizer, Sinovac, dan AstraZeneca.

Vaksin Nusantara mulanya digagas Mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto.

Kementerian Kesehatan sempat memberikan pernyataan terkait dengan vaksin ini pada akhir Agustus lalu.

Saat itu, Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemenkes Siti Nadia Tarmizi mengatakan, vaksin Nusantara tidak dapat dikomersialisasikan.

Sebab, Vaksin Nusantara bersifat individual atau autologus.

"Sel dendritik bersifat autologus artinya dari materi yang digunakan dari diri kita sendiri dan untuk diri kita sendiri. Sehingga, tidak bisa digunakan untuk orang lain. Jadi, produknya hanya bisa dipergunakan untuk diri pasien sendiri," katanya seperti yang dimuat dalam keterangan Kemenkes, Rabu (1/9/2021).

Namun, kata Siti Nadia Tarmizi, masyarakat tetap bisa mengakses Vaksin Nusantara dalam bentuk pelayanan berbasis penelitian secara terbatas.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved