Pemilihan Presiden

Orang Jawa Lebih Berpeluang Jadi Presiden, Politikus Gerindra: Sudah Takdirnya

Politikus Partai Gerindra Arief Poyuono bilang orang Jawa lebih ditakdirkan menjadi Presiden dari pada suku-suku lainnya

Editor: Rahimin
KOMPAS IMAGES
Politikus Partai Gerindra Arief Poyuono. Orang Jawa Lebih Berpeluang Jadi Presiden, Politikus Gerindra: Sudah Takdirnya 

TRIBUNJAMBI.COM - Orang Jawa dinilai lebih berpeluang jadi Presiden dari pada orang non-Jawa.

Hal itu dikatakan Politikus Partai Gerindra Arief Poyuono.

Menurut morang Jawa lebih berpeluang menjadi presiden di Indonesia daripada suku-suku lainnya, lantaran jumlah orang Jawa di Indonesia lebih banyak.

"Bukan saya mengecilkan suku-suku lain, tapi orang Jawa ini memang sudah ditakdirkan sama Yang Maha Kuasa di Indonesia ini paling banyak, dibandingkan suku-suku lain," katanya saat diskusi Total Politik bertajuk "Haruskah Presiden Indonesia Orang Jawa" di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (19/12/2021).

Mantan Wakil Ketua Umum Gerindra itu mengeklaim, dalam kontestasi Pemilihan Presiden, orang Jawa lebih memilih etnis sesamanya daripada suku lainnya.

Sehingga, suara yang didapatkan dari tokoh Jawa dalam Pilpres pasti akan lebih banyak.

Ini dibuktikan Arief Poyuono ketika berkunjung ke Jawa Tengah dan Jawa Timur untuk tim sukses Prabowo Subianto dalam ajang Pilpres 2019.

Saat itu, masyarakat di Jawa Tengah dan Jawa Timur menjawab akan memilih Joko Widodo (Jokowi) lantaran sama-sama dari Jawa.

"Kalau kita pergi ke Jawa Tengah, Jawa Timur, ya ketika Prabowo lawan Jokowi, saya tanya, pilih siapa 'Jokowi mawon' (Jokowi saja)," kata Arief Poyuono menirukan jawaban masyarakat yang ditanyainya.

Namun demikian, kata Arief Poyuono, hal ini tidak lantas mengecilkan orang dari luar Jawa untuk berkontestasi dalam Pilpres.

Hanya saja, menurut Arief Poyuono, butuh waktu lama untuk orang non-Jawa untuk menang dalam Pilpres.

"Punya, 150 tahun sekali mungkin, kayak di Amerika, Obama bisa naik, itu aja kan beda sebenarnya antara Amerika dengan Indonesia," ujarnya.

Melihat kecilnya peluang itu, Arief Poyuono menilai percuma apabila tokoh-tokoh yang berasal dari luar Jawa mencalonkan diri menjadi presiden.

Apalagi, kini masih ada presidential threshold sebesar 20 persen yang semakin menjegal mereka untuk menyalonkan diri dalam Pilpres.

"Presiden harus dan pasti orang Jawa. Yang lain boleh mencalonkan, tapi percuma. Habis nanti karena ada 20 persen presidential threshold-nya, karena akan kalah,” pungkas Arief Poyuono.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com

Baca juga: Gerindra Solid Calon Presiden Tetap Prabowo, Dukungan Buat Sandiaga Uno Tak Masalah

Baca juga: PAN Incar Beberapa Tokoh Untuk Calon Presiden, Ada Anies Baswedan dan Puan Maharani

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved