Terduga Teroris Ditangkap

Buronan Teroris JAD Yang Ditangkap Cuma Berjualan Siomay, Diduga Terlibat Bom Katedral

Densus 88 Antiteror Polri berhasil menangkap satu terduga teroris yang terlibat bom di Gereja Katedral Makassar

Editor: Rahimin
Kolase/Istimewa
Gambar bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar. Buronan Teroris JAD Yang Ditangkap Cuma Berjualan Siomay, Diduga Terlibat Bom Katedral 

TRIBUNJAMBI.COM -Densus 88 Antiteror Polri berhasil menangkap buronan teroris Jamaah Ansharut Daulah (JAD) berinisial MS (22).

MS diduga terlibat peristiwa bom Gereja Katedral, Makassar, Sulawesi Selatan.

Ternyata, terduga teroris yang diduga terlibat bom Gereja Katedral Makassa ini sehari-hari berjualan siomay.

Fakta itu diungkapkan langsung Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan.

Kombes Ahmad Ramadhan bilang, pelaku memang kesehariannya diketahui berprofesi sebagai penjual siomay.

"Pekerjaan MS jualan siomay," katanya dalam keterangannya, Selasa (14/12/2021).

Menurut Kombes Ahmad Ramadhan, MS ditangkap tim Densus 88 Antiteror Polri di dekat minimarket Jalan Poros Rappang, Parepare, Sawitto, Wattang, Sulawesi Selatan pada 6 Desember 2021 lalu.

MS, dikatakan Kombes Ahmad Ramadhan, diduga tergabung di dalam kelompok JAD Makassar.

MS juga terlibat di dalam peristiwa bom Gereja Katedral, Makassar pada 28 Maret 2021 lalu.

"Keterlibatan terhadap bom Katedral dan kelompok JAD Makassar," kata Kombes Ahmad Ramadhan.

Tim Densus 88 Antiteror Polri menangkap seorang buronan teroris di Sulawesi Selatan. Pelaku ditangkap oleh penyidik pada pekan lalu.

 Saat dikonfirmasi, Kabag Banops Densus 88 Antiteror Polri, Kombes Pol Aswin Siregar membenarkan informasi tersebut. Dia ditangkap di daerah Sulawesi Selatan.

"Iya, betul. Ada seorang (teroris)," kata Aswin saat dikonfirmasi Tribunnews.com, Senin (13/12/2021).

Namun demikian, Aswin tidak menjelaskan identitas pelaku. Yang jelas, pelaku merupakan buronan teroris yang diduga terlibat peristiwa bom di Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan pada 28 Maret 2021 lalu.

"(Keterlibatannya) Ini DPO Bom Katedral, dari kelompok Jamaah Ansharut Daulah," ujarnya.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved