Berita Nasional
Jokowi Dikritik Waketum MUI Anwar Abbas Soal Lahan: Betul, Tapi Bukan Saya Yang Bagi
Presiden Joko Widodo dikritik Wakil Ketua Umum MUI soal penguasaan lahan di Indonesia. Jokowi langsung menjawab kritikan tersebut
“Saya punya bahan banyak, stok. Tapi nggak saya buka ke mana-mana. Kalau Bapak-Ibu sekalian ada yang memiliki, silakan datang ke saya, diantar oleh Buya Anwar Abbas,” lanjutnya.
Sebelumnya, Anwar Abbas menyoroti ketimpangan yang terjadi pada masyarakat lapisan bawah dalam forum Kongres Ekonomi Umat II pada 2021.
Menurutnya, selama ini telah terjadi kesenjangan ekonomi masyarakat.
“Masyarakat yang berada pada level usaha mikro dan ultra mikro tampak belum begitu terjamah terutama oleh dunia perbankan, sehingga kesenjangan sosial di tengah masyarakat semakin terjal,” katanya di Jakarta, Sabtu (11/12/2021).
Anwar Abbas menyoroti indeks gini ekonomi yang berada pada angka 0,39 dan dalam bidang pertanahan 0,59.
Padahal jumlah usaha besar hanya 0,01 persen, dengan jumlah pelaku usaha sebanyak 5.550 dengan total aset di atas Rp 10 miliar.
Selanjutnya, usaha menengah sebanyak 0,09 persen dengan jumlah pelaku usaha sebanyak 60.702, total aset lebih dari Rp 500 juta.
Setelah itu, usaha kecil jumlahnya hanya 1,22 persen dengan jumlah pelaku sebanyak 783.132, total aset diatas Rp 50 juta.
“Total mereka yang sudah terperhatikan oleh pemerintah dan dunia perbankan adalah hanya sekitar 1,32 persen atau 849.334 pelaku usaha. Sementara jumlah UMKM besarnya adalah 98,68 persen dan itu boleh dikatakan belum diurus dengan baik,” kata Anwar Abbas.
Dikatakan Anwar Abbas, jika kondisi itu terjadi maka akan menciptakan sesuatu yang tidak baik karena akan menimbulkan kesenjangan sosial yang semakin tajam.
MUI mengusulkan agar pemerintah mengambil langkah afirmatif bagi masyarakat golongan menengah ke bawah.
“Ini penting dilakukan agar bentuk dari struktur dunia usaha bertransformasi dari bentuk piramid menjadi belah ketupat, yang mana jumlah pelaku usaha menengah ke atas cukup dua persen, menengah ke bawah tiga persen, dan menengah sebanyak 95 persen,” ujarnya.
Wakil Sekjen MUI Muhammad Azrul Tanjung juga menyoroti agar jangan sampai terjadi intoleransi di dalam bidang ekonomi.
Selama ini umat Islam kerap dipojokkan dengan kata-kata intoleran. Padahal kenyataannya, sudah terjadi intoleransi di bidang ekonomi terhadap umat Islam.
Pasalnya, umat Islam yang mayoritas di Indonesia justru menjadi minoritas dalam hal ekonomi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/presiden-joko-widodo-mui-ya.jpg)