Jumat, 10 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Gunung Semeru Meletus

Update Gunung Semeru Meletus, 46 Orang Meninggal Dunia Dan 9 Orang Hilang

Puluhan korban jiwa akibat erupsi Gunung Semeru. Serta ribuan warga mengungsi ke tempat yang lebih aman

Editor: Rahimin
AFP/JUNI KRISWANTO
Tim penyelamat membawa jenazah korban di Desa Sumberwuluh di Lumajang pada 6 Desember 2021. Update Gunung Semeru Meletus, 46 Orang Meninggal Dunia Dan 9 Orang Hilang 

TRIBUNJAMBI.COM - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus mengupdate korban jiwa akibat erupsi Gunung Semeru.

Hingga Sabtu (11/12/2021) pukul 18.00 WIB tercatat 46 orang meninggal dunia akibat erupsi Gunung Semeru.

Bukan hanya korban jiwa, BNPB juga mencatat ada sembilan orang yang masih hilang.

Sedangkan luka berat 18 jiwa dan luka ringan 11 jiwa.

Hal itu dikatakan Pelaksana Tugas (PLT) Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam keterangan tertulis, Sabtu.

Menurut Abdul Muhari, total jumlah warga yang mengungsi hingga saat ini sebanyak 9.118 orang.

Dari jumlah tersebut, tercatat 4.435 jiwa laki-laki dan 4.683 jiwa perempuan.

"Proses pendataan penyintas masih terus dimutakhirkan setiap harinya," kata Abdul Muhari.

Dikatakan Abdul Muhari, pengungsi tersebar di 115 titik pos pengungsian.

Terpusat di 18 titik di 3 kecamatan, yaitu Kecamatan Pasirian 6 titik (2.081 jiwa), Candipuro 8 titik (3.538) dan Pronojiwo 4 titik (1.056).

94 titik lain tersebar di Kabupaten Lumajang di antaranya Sukodono 10 titik (334 jiwa), Sumbersuko 8 titik (312), Lumajang 12 titik (380), Yosowilangun 4 titik (70), Pasrujambe 2 titik (197), Randuagung 9 titik (52), Senduro 7 titik (131),

Ada juga di Tekung ada 4 titik (68), Jatiroto 4 titik (90), Kunir 5 titik (171), Klakah 7 titik (55), Kedungjajang 9 titik (61 jiwa), Gucialit 2 titik (15), Tempusari 1 titik (21), Padang 4 titik (205), Ranuyoso 1 titik (31) dan Rowokangkung 5 titik (60).

Untuk warga yang mengungsi di luar Lumajang berada di Kabupaten Malang 2 titik (179) dan Probolinggo 1 titik (11).

Abdul Muhari menjelaskan, Tim Pencarian dan Pertolongan (SAR) yang berada di bawah koordinasi Basarnas fokus pencarian korban di tiga sektor.

Tim SAR tersebut, terdiri dari personel Basarnas, TNI, Polri, BPBD, relawan dan warga dibagi ke dalam empat grup.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved