Selasa, 14 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

KABAR Wasit Legendaris Pierluigi Collina yang Ditakuti Para Pemain Sepak Bola

Berikut KABAR Wasit Legendaris Pierluigi Collina yang Ditakuti Para Pemain Sepak Bola

Penulis: Andreas Eko Prasetyo | Editor: Heri Prihartono
AFP
Wasit Pierluigi Collina yang dikenal galak dan ditakuti pesepakbola 

TRIBUNJAMBI.COM - Pecinta sepak bola Eropa, pastinya mengenal sosok wasit sangar yang buat pemain sepak bola manapun tak berani melancarkan protes keras.

Ya, dia adalah Pierluigi Collina, sosok wasit Terbaik Dunia versi IFFHS enam tahun berturut-turut dari tahun 1998-2003.

Collina terkenal dengan kepala plontos dan tatapan mata yang tajam adalah ciri khasnya. Wajah dan aksinya akrab di mata para pencinta sepak bola era 90 hingga 2000-an.

Mengutip dari Wikipedia, Pierluigi Collina lahir di Bologna, Italia, 13 Februari 1960 dan saat ini berusia 61 tahun.

Saat ia masih remaja, kehidupan sepak bola Pierluigi Collina dimulai sebagai pesepak bola yang berposisi sebagai bek. 

Pada tahun 1977, Collina pun mengikuti kursus wasit dan bakatnya sebagai wasit mulai terlihat.

Dalam tempo tiga tahun, Collina akhirnya memulai debutnya dengan memimpin pertandingan regional. 

Tahun 1988, karier Collina sebagai wasit mulai menanjak ke kompetisi Serie C2 hingga Serie C 1.

Ia kuliah di Universitas Bologna dan lulus dengan mengantongi gelar bidang ekonomi pada tahun 1984.

Selama masa remajanya, ia bermain sebagai bek tengah untuk sebuah tim lokal, namun pada tahun 1977 ia menerima tawaran untuk menjadi wasit ketika kelihatannya ia berbakat untuk melakukan pekerjaan ini.

Dalam kurun waktu tiga tahun ia berhasil mencapai jenjang tertinggi pertandingan regional, sementara pada waktu yang sama ia melaksanakan wajib militer.

Pada tahun 1988, ia berkembang secara pesat, bahkan lebih pesat daripada lazimnya seorang wasit, sehingga ia dipromosikan ke divisi nasional tingkat tiga, Serie C1 dan Serie C2. Setelah tiga musim, ia dipromosikan untuk memimpin pertandingan Serie B dan Serie A.

Pada saat itu ia secara parah menderita penyakit alopecia, sehingga semua rambut dan bulu di kepalanya rontok dan memberinya wajah yang khas dan nama julukan Kojak.

Pada tahun 1995, setelah ia mewasiti 43 pertandingan Serie A, namanya masuk dalam daftar wasit FIFA.

Pada Olimpiade 1996, ia mewasiti lima pertandingan, termasuk pertandingan final antara Nigeria dan Argentina. Dan pada tahun 1999 ia memimpin pertandingan final Liga Champions UEFA antara Bayern München dan Manchester United.

Sumber: Tribun Jambi
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved