Selasa, 14 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Kisah Hancurnya Karir Sepak Bola Mantan Bintang Inter Milan Adriano, Begini Kehidupanya Kini

bERIKUT Kisah Hancurnya Karir Sepak Bola Mantan Bintang Inter Milan Adriano, Begini Kehidupanya Kini

Penulis: Zulkipli | Editor: Heri Prihartono
Instagram Adriano
Adriano saat Membela Inter Milan 

TRIBUNJAMBI.COM - Masih ingat dengan Adriano, mantan pemain Inter Millan yang dulu digadang-gadang bakal jadi pemain terbaik dunia.

Pemain asal Brasil itu telah memulai reputasinya dengan cemerlang sejak usia muda.

Tangguh, sangat berbakat, dan mematikan di depan gawang, ia tampil sebagai sosok yang punya segala atribut untuk mewarisi takhta Ronaldo sebagai striker terbaik Brasil di peralihan millennium.

Penyerang itu dikenal dengan kaki kirinya yang kuat, bahkan hal itu menginspirasi video game Pro Evolution Soccer (PES) untuk memberi rating tinggi kepada Adriano.

Namun perjalanan karirnya tidak berjalan mulus setelah terjebak dalam dunia gemerlap.

Etos kerja dan skandal luar lapangan tanpa henti memastikan sang striker gagal meraih potensinya.

Pada awal 2000-an, Adriano bermain untuk Inter Milan dan sepertinya ditakdirkan untuk menjadi hebat di sana. 

Terbukti, dia memenangkan banyak hal. Namun, kematian ayahnya pada 2004 mengubah segalanya.

Dia terjebak dalam masalah alkohol dan kariernya menjadi rusak di luar kendali yang dia inginkan. 

Adriano sempat dipinjamkan ke Sao Paulo, di negara asalnya, dalam upaya memulihkan kembali kariernya. 

Namun, nasib baik sepertinya tidak bersahabat, Adriano akhirnya pensiun pada Mei 2016. Dengan potensi besar yang gagal dia kelola, Adriano juga akhirnya gagal memenuhi ekspektasi orang-orang.

Setelah gantung sepatu, Adriano bisa membanggakan 14 penghargaan utama yang pernah dia dapatkan, baik di klub maupun negara, termasuk Copa America 2004 dan empat gelar Serie A. 

Dia juga finis di tujuh besar Ballon d'Or dua kali. 

Dilansir dari Libero, Dalam sebuah wawancara panjang, Adriano menjelaskan bagaimana kematian ayahnya ketika dia baru berusia 22 tahun secara 'hakiki' benar-benar mengakhiri kariernya.

"Setelah hari itu, kecintaan saya pada sepakbola tidak pernah sama lagi," Adriano menjelaskan hari ketika dia mendapat telepon mengerikan itu saat berada di Milan.

Sumber: Tribun Jambi
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved