Penerima Vaksin Pfizer, AstraZeneca, Moderna Bisa Langsung Umrah, Bagaimana Sinovac dan Sinophram?

Salah satu syarat yang harus dipenuhi oleh calon jamaah, adalah sudah mendapatkan vaksin Covid-19 dosis lengkap. Adapun merek vaksin Covid-19 yang di

Editor: Suci Rahayu PK
ist
Ilustrasi vaksin Moderna 

TRIBUNJAMBI.COM - Pemerintah Arab Saudi akhirnya mengizinkan pemerintah Indonesia mengirimkan jamaah umrah mulai 1 Desember 2021.

Salah satu syarat yang harus dipenuhi oleh calon jamaah, adalah sudah mendapatkan vaksin Covid-19 dosis lengkap.

Adapun merek vaksin Covid-19 yang diakui oleh pemerintah Arab Saudi diantaranya yaitu Pfizer, AstraZeneca, Moderna dan Johnson and Johnson.

"Bagi jemaah umrah yang datang dari luar dengan menggunakan visa umrah dan telah disuntik dengan vaksin yang diakui oleh Kerajaan Arab Saudi dengan dosis lengkap dibolehkan langsung melaksanakan umrah dan tidak diberlakukan penerapan karantina," Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dalam rapat kerja bersama Komisi VIII DPR RI, Selasa (30/11/2021).

Sementara untuk jemaah umrah yang menggunakan merek vaksin Covid-19 lain yang diakui Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), seperti Sinovac dan Sinophram wajib menjalankan karantina selama tiga hari.

Selain itu, jemaah umrah yang menggunakan vaksin yang diakui WHO juga diwajibkan melakukan tes PCR. Apabila hasilnya negatif, maka dibolehkan melanjutkan ibadah di Tanah Suci.

Baca juga: APBD Provinsi Jambi 2022 Disahkan Rp 4,79 T, Edi Purwanto Ingin Percepatan Realiasi Anggaran

Baca juga: Ada Kuburan di Eka Jaya Kota Jambi Terpantau CCTV Selama 24 Jam, Ini Maksudnya

"Jemaah umrah yang telah divaksin dosis lengkap dengan vaksin yang diakui WHO diberlakukan karantina tiga hari, dan dalam masa karantina itu selama 48 jam akan dilakukan tes PCR. Setelah dinyatakan negatif langsung dibolehkan melaksanakan umrah," kata Yaqut.

Sementara untuk persiapan umrah di dalam negeri, pemerintah Indonesia menerapkan sistem one gate policy.

Artinya, pemerintah hanya membuka satu pintu keberangkatan umrah melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Selain itu, pemerintah akan menggunakan Asrama Haji Pondok Gede untuk menampung jamaah umrah.

Tujuannya untuk mempermudah skrining protokol kesehatan sebelum diberangkatkan ke Arab Saudi.

"Hal ini dimaksudkan dalam rangka perlindungan keamanan dan keselamatan jamaah umrah serta upaya meyakinkan mitra kita di Arab Saudi bahwa Indonesia telah secara serius dan baik dalam menyiapkan jamaah umrah berikut penerapan protokol kesehatan sesuai standar sejak sebelum keberangkatan," kata Yaqut.

Diberitakan sebelumnya, Pemerintah Arab Saudi mengizinkan jemaah umrah dari Indonesia, India, Pakistan dan beberapa negara lain mulai 1 Desember 2021 mendatang.

Izin masuk ke Arab Saudi juga berlaku untuk turis dan ekspatriat. (*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved