Berita Kota Jambi
Wacana Jadi Objek Wisata, Rumah Anjungan di Arena Eks MTQ Perlu Diperbaiki
Berita Jambi-Eks Arena MTQ Jambi yang berlokasi di Jalan Pintu IV Lorong Swadaya, Kota Jambi pernah dicanangkan akan menjadi objek wisata
Penulis: Fitri Amalia | Editor: Nani Rachmaini
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Eks Arena MTQ Jambi yang berlokasi di Jalan Pintu IV Lorong Swadaya, Kota Jambi pernah dicanangkan akan menjadi objek wisata oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi.
Walaupun tanah di sana merupakan aset Pemerintah Provinsi Jambi, tapi terdapat rumah-rumah anjungan yang asetnya milik kabupaten dan kota.
Sayangnya dari pantauan Tribun Jambi, beberapa rumah anjungan di eks area MTQ tidak terurus dan tidak terawat. Rumah juga tampak lapuk di beberapa bagian.
Padahal rumah-rumah anjungan di eks arena MTQ tersebut berpotensi menjadi destinasi wisata. Semua rumah anjungan eks arena MTQ adalah rumah panggung.
Rumah anjungan Kabupaten Kerinci tampak dari jauh, yang paling besar dan kaya akan ukiran dan warna pada dinding rumah.
Tapi jika dilihat dari dekat banyak sekali yang perlu diperbaiki. Walaupun bagian bawah rumah panggung masih layak karena dikeramik.
Beberapa atap bolong, dek rumah juga mulai lapuk dan beberapa ada yang sudah jatuh. Dinding rumah ada yang sudah keropos dan berbubuk.
Bagian pegangan tangga menuju pintu masuk rumah hilang. Teras bagian belakang atapnya rubuh dan ditumbuhi tanaman liar walaupun anak tangga masih lengkap. Banyak coretan dari tangan-tangan jahil di tiang-tiang rumah anjungan Kerinci.
Tribun Jambi tidak dapat melihat bagian dalam karena pintu rumah anjungan tersebut memang sudah lama terkunci, begitu juga dengan rumah-rumah lainnya.
Tangga menuju atas rumah dari pantauan Tribun Jambi ada tiga, dua di depan kiri dan kanan dan satu di belakang, tapi hanya satu tangga bagian depan yang bisa digunakan untuk naik, karena anak tangga bagian kanan ada yg hilang.
Papan kaligrafi pecah dan kaligrafi sudah tidak utuh lagi. Rumah anjungan Kota Jambi dari jauh tampak layak tapi dari dekat ada juga yang perlu diperbaiki.
Tangga depan masih tampak lapuk dan berlumut, akses ke atas ditutup. Dek teras ada yang copot. Bagian genteng ada yang bergeser.
Tangga menuju rumah bagian belakang ada yang sudah tidak bisa dilalui lagi karena anak tangga tidak ada. Ada satu tangga bagian belakang bisa dilewati tapi juga perlu diperbaiki karena tampak lapuk.
Rumah anjungan Provinsi Jambi juga banyak yang perlu diperbaiki. Tangga sudah banyak yang lapuk dan akses ke atas rumah dipalang. Fasilitas AC tampak dari luar ada dua dipasang tapi sudah rusak.
Penjaga rumah anjungan Provinsi Jambi, Darmi, mengatakan rumah anjungan yang dia jaga ini dulu pernah dicat dan diganti bagian atap dari genteng menjadi atap seng. Rumah ini dia katakan dibangun dari kayu tembesu dan kayu Bulian.
"Bagian dalam kosong isinya hanya meja bulat dari batu dan pelaminan khas Jambi," ujarnya.
Dirinya sempat tinggal di dalam rumah anjungan Provinsi Jambi, tepatnya rumah bagian belakang. Tetapi dia pindah setelah dibangunkan rumah tepat di belakang rumah anjungan Provinsi Jambi.
Dari pantauan Tribun Jambi hanya rumah anjungan Kabupaten Batanghari yang layak dihuni dan banyak dijadikan objek foto oleh pengunjung.
Sepertinya beberapa waktu lalu rumah anjungan Kabupaten Batanghari baru saja di pugar.
Rumah panggung ini bercat hitam ukiran dicat emas dan dilihat dari luar layak untuk ditinggali. Tangga depan menuju pintu masuk utama rumah lengkap dan teras rumah walaupun ditutup tampak rapi dan terdapat tanaman hias dalam pot berderet di teras.
Tapi empat tiang barisan depan tepat di bawah tangga tanpak keropos. Dan teras bagian belakang perlu diperbaiki karena ada bagian yang lapuk.
Rumah anjungan Kabupaten Bungo Tebo terbilang cukup unik karena kita harus melintasi jembatan sebelum sampai ke rumah panggung. Jembatan ini sering dijadikan tempat foto-foto.
Tapi sayang tidak banyak yang bisa dilihat karena tangga menuju pintu masuk rumah utama sudah tidak ada lagi. begitu juga akses tangga di belakang rumah.
Rumah anjungan Kabupaten Bungo Tebo ini rumah panggung yang bagian bawah tertutup. Beberapa pegangan pintu dibagian bawah ada yang copot.
Kabupaten Merangin juga tidak kalah tragisnya tangga menuju akses pintu rumah depan sudah tidak ada lagi. Pinggiran rumah juga sudah banyak yang copot.
Cat pudar dan dek rumah juga banyak yang copot. Pinggiran atap lapuk dan bahkan ada bagian yang copot. Teras pintu belakang dan tangganya lapuk tidak dapat dilalui.
Rumah kabupaten Tanjung Jabung Barat dari depan tampak tidak ada kerusakan, tapi bagian tangga dan dek sudah lapuk dan beberapa ada yang jatuh sendiri.
Menurut penjaga rumah yang tidak mau disebutkan namanya hanya bagian dek dan tangga saja yang perlu diperbaiki.
"Bagian dalam rumah sama depan rumah gak ada kerusakan," pungkasnya. (*)
Baca juga: H Bakri Komentari Keputusan Gubernur Jambi Soal Anjungan Eks MTQ Diserahkan ke Daerah Masing-masing