Berita Tanjabtim
Mahasiswa Unja Bersama Masyarakat Mendahara Bentuk Masyarakat Siaga Bencana
Berita Tanjabtim-Mahasiswa Universitas Jambi (UNJA) bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Jambi menggelar simulasi
Penulis: Abdullah Usman | Editor: Nani Rachmaini
TRIBUNJAMBI.COM, MUARA SABAK - Mahasiswa Universitas Jambi (UNJA) bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Jambi menggelar simulasi penanganan bencana kebakaran, di Desa Menteng Kecamatan Mendahara Tanjabtim, Senin (29/11/21).
Ketua Program Merdeka belajar Kampus Merdeka MBKM sekaligus Wakil Dekan Bidang Akademik Dr. Tedjo Sukmono, usai kegiatan simulasi menuturkan, sesuai permen No 23 tahun 2020, ada kebijakan tentang Kampus Merdeka belajar Kampus Merdeka (MBKM) kemanusiaan.
Program MBKM yang Tengah dijalankan oleh mahasiswa ini sendiri, merupakan program pertama yang yang dilakukan skala Nasional.
Di mana dalam perkuliahan tersebut mahasiswa juga membentuk sebuah kelompok masyarakat untuk penanganan awal pada bencana. Atau yang dikenal dengan simulasi penanggulangan bencana bersama siaga bencana berbasis masyarakat (SIBAT)
Dalam program ini mahasiswa dapat belajar tiga semester, sambil kuliah di prodi sendiri atau di luar prodinya atu juga di masyarakat.
Mereka menjalani perkuliahan di masyarakat ini selama Tiga bulan melakukan kegiatan kemanusiaan.
"Dalam program MBKM perdana ini, sengaja dilakukan di Kecamatan Mendahara tepatnya di Desa Menteng, karena kita ketahui bersama beberapa waktu lalu di Menteng terjadi bencana kebakaran cukup besar dan dari itu kita jadikan lokus di sini," ujarnya.
Dalam proyek atau Program MBKM ini sendiri ada empat mata kuliah wajib yang diambil, yakni terkait ke Palang Merahan, bencana, Desa siaga bencana, dan penanggulangan resiko terpadu masyarakat. Yang disesuaikan dengan prodinya.
"Dalam program ini ada tujuh program studi, terdiri dari 10 mahasiswa Universitas Jambi," ujarnya.
Kegiatan ini sudah direncanakan sejak 3 bulan lalu, bahwa unja memiliki program MBKM yang memiliki nilai 24 SKS. Proyek kemanusiaan di Menteng ini merupakan percontohan.
"Selama ini Indonesia banyak sekali terjadi bencana baik alam maupun non alam, berangkat dari situ perguruan tinggi juga memiliki peran disitu. Terutama dalam penanganan dan pencegahan," jelasnya.
Selain menggelar simulasi kebakaran, kegiatan lain yang dilakukan di antaranya membuat rambu-rambu siaga bencana sebanyak 19 titik.
"Harapannya kegiatan ini dapat terus berlanjut, dan dapat membantu masyarakat dalam penanganan awal saat terjadi bencana kebakaran, mulung bencana alam lainnya," pungkasnya.
Kades Menteng Nur Hidayah, menyambut baik program Universitas Jambi tersebut. Pemerintah Desa dan masyarakat mengucapkan terimakasih sebesar besarnya atas partisipasinya terbentuknya Sibat ini, karena sangat penting bagi masyarakat Menteng ke depannya.
"Semoga tidak ada lagi bencana di Menteng. Meski demikian dengan adanya program dari adik-adik mahasiswa ini tentunya sangat membantu bagi kita masyarakat," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/mahasiswa-unja-bersama-masyarakat-mendahara-bentuk-masyarakat-siaga-bencana.jpg)