Breaking News:

Manchester United

Kalah Dari Man City, Pelatih PSG Mauricio Pochettino Kemungkinan Bakal Hengkang ke Man Utd

Setelah PSG kalah dari Manchester City di Liga Champions, Mauricio Pochettino tidak menutup kemungkinan dirinya pergi ke Manchester United.

Penulis: Zulkipli | Editor: Leonardus Yoga Wijanarko
IG @pochettino
Setelah PSG kalah dari Manchester City di Liga Champions Kamis dini hari tadi, Mauricio Pochettino tidak menutup kemungkinan dirinya pergi ke Manchester United. 

TRIBUNJAMBI.COM - Setelah PSG kalah dari Manchester City di Liga Champions Kamis dini hari tadi, Mauricio Pochettino tidak menutup kemungkinan dirinya pergi ke Manchester United.

Pelatih PSG itu menolak untuk menutup rumor dia bisa menjadi manajer Manchester United berikutnya setelah PSG kalah dari Manchester City.

PSG sempat unggul lebih dulu Stadion Etihad, tetapi gol dari Raheem Sterling dan Gabriel Jesus memastikan kemenangan 2-1 untuk City dan posisi teratas di Grup A Liga Champions.

Pertandingan telah dibayangi oleh spekulasi tentang masa depan Pochettino, dengan mantan bos Tottenham itu dikatakan sebagai salah satu target utama United untuk menggantikan Ole Gunnar Solskjaer sebagai manajer.

Meskipun bersikeras sebelum pertandingan bahwa ia berkomitmen untuk PSG, pembicaraan terus berlanjut bahwa pelatih Argentina itu ingin kembali ke keluarganya di Inggris dan akan menikmati kesempatan untuk mengambil alih di Old Trafford.

Berbicara setelah kekalahan timnya di Manchester, Pochettino menolak mengesampingkan prospek pergi ke United.

"Para pemain sangat menyadari situasinya," katanya dilansir dari L'Equipe.

"Ada rumor di lingkungan ini, beberapa positif, beberapa negatif. Sekarang bukan waktunya untuk membicarakannya.

"Kami harus meningkatkan dalam semua aspek, semua area. Kami meningkat. Saya senang dengan prosesnya. Ada hal-hal yang lebih baik sekarang daripada sebulan yang lalu. Sedikit demi sedikit, tim akan meningkat."

City tampak sebagai tim yang lebih kuat untuk sebagian besar pertandingan, menyelesaikan dengan 2,09 gol yang diharapkan dari 1,04 tim tamu.

Baca juga: Bayern Munich Ditawari Rp 1,6 Triliun Jika Ingin Dapatkan Superstar Barcelona

Baca juga: Link Nonton Happiness Sub Indo Episode 2, Teka-teki Obat yang Membuat Orang Kehausan Darah

Mereka memiliki 16 tembakan berbanding tujuh dan 37 sentuhan PSG di kotak lawan mereka sementara kebobolan hanya 10 karena mereka sebagian besar membatasi dampak Lionel Messi, Neymar dan Kylian Mbappe.

Pochettino menerima timnya adalah yang terbaik kedua di babak pertama tetapi merasa permainan berada di bawah kendali mereka ketika mereka memimpin.

"Ada dua bagian," katanya. “Mereka memulai dengan lebih baik. Mereka sangat agresif dalam menekan. Ada beberapa hal bagus tetapi yang lain perlu ditingkatkan.

"Pada 0-0 di babak pertama, kami mampu memecahkan beberapa masalah. Kami memiliki permainan di bawah kendali di 1-0. Saya kecewa dengan hasilnya. Anda harus maju setiap hari." ungkapnya.

Baca juga: PSMS Medan Bertemu Dewa United di Babak 8 Besar, Ini Statistik Kedua Tim

Baca juga: Bocah 10 Tahun Berontak Saat Dirudapaksa di Gubug, Pelaku Siswa SMA yang Kecanduan Video Syur

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved