Breaking News:

Berita Ekonomi

Pakar Ekonomi: Idealnya UMP Harus Memperhitungkan Kenaikan Inflasi

Berita Jambi-Haryadi mengatakan upah ini setiap tahun harusnya mengalami perubahan menyesuaikan dengan tingkat harga yang ada.

Penulis: Fitri Amalia | Editor: Nani Rachmaini

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Menurut Pakar Ekonomi Pakar ekonomi, Prof. Dr. H. Haryadi, SE., M.M.S., Upah Minimum Provinsi (UMP) seharusnya berubah setiap tahun menyesuaikan dengan kenaikan harga atau tingkat inflasi.

Upah minimum adalah batas minimum yang harus dibayarkan kepada pekerja.

Haryadi mengatakan upah ini setiap tahun harusnya mengalami perubahan menyesuaikan dengan tingkat harga yang ada.

Jika upah turun pekerja terancam tidak mampu membayar kebutuhan hidupnya, tetapi jika terlalu tinggi juga perusahaan tidak mampu untuk membayar.

"Kalo harga cenderung naik sementara upah pekerja tidak naik itu akan mempengaruhi daya beli pekerja itu juga rendah, tingkat kesejahteraannya juga semakin rendah, oleh karena itu (UMP) harus disesuaikan dengan kenaikan harga dan kenaikan harga itu tingkat inflasi indikatornya," ujarnya melalui sambungan telepon Jumat (19/11/2021).

Haryadi mengatakan idealnya upah itu adalah upah pekerja pada tahun ini ditambah dengan kenaikan inflasi. Artinya upah pekerja harus benar-benar dihitung agar upah pekerja betul-betul sesuai dengan keinginan pekerja dan sesuai dengan kemampuan perusahaan.

"Kalau upah pekerja terlalu rendah tidak ada insentif untuk bekerja sebaliknya kalau upah terlalu tinggi perusahaan tercekik, tidak mampu membayar dan tidak ada yang mau menggunakan tenaga kerja yang berlebih, jika upah buruh terlalu tinggi maka perusahaan akan menurunkan permintaan tenaga kerja yang nanti efeknya ke tingkat pengangguran," jelasnya.

Baiknya menurut Haryadi idealnya upah pekerja harus naik menyesuaikan dengan tingkat kenaikan inflasi daerah. Serta memperhitungkan kemampuan perusahaan, jangan sampai perusahaan mengalami kesulitan akibat daripada kenaikan upah minimum.

"Jadi yang harus dijaga itu mempertemukan keinginan pekerja dengan kemampuan dari perusahaan, itu yang harus diperhitungkan, dan ini tugas dari tim Dewan Pengupahan Provinsi," pungkasnya. (*)

Baca juga: UMP Jambi Naik 0,73 Persen, Ini Tanggapan Serikat Buruh dan Gubernur

Baca juga: UMP Jambi Naik 0,7 Persen, Gubernur Jambi Telah Tetapkan Hari Ini

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved