Breaking News:

Berita Tanjabbar

BPBD Tanjabbar Imbau Masyarakat Waspada Bencana Hidrometeorologi

BPBD Tanjabbar mewaspadai musim hujan saat ini hingga Desember nanti, ancaman di wilayah Tanjabbar ini cukup tinggi intuk bencana hidrometeorologi.

Tribunjambi/Danang
Kalak BPBD Tanjabbar Zulfikri 

TRIBUNJAMBI.COM, KUALATUNGKAL - BPBD Tanjabbar mewaspadai musim hujan saat ini hingga Desember nanti, ancaman di wilayah Tanjabbar ini cukup tinggi intuk bencana hidrometeorologi.

"Di Tanjabbar ini yang di waspadai kan potensi ancaman hidrometeorologi, banjir, longsor, abrasi sungai, kan masuk dalam kategori itu yang disebabkan oleh air," ujar Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Tanjabbar, Zulfikri, Senin (8/11/2021).

Namun ia mengatakan akan mengantasiasi bencana tersebut dengan memberikan informasi terkait potensi-potensi daerah yang menjadi bencana.

"Kalau terkait dengan sebelum bencana kita menyampaikan segera informasi-informasi potensi ancaman bencana, jadi kita kirimkan informasi ke camat, ke kades dan lurah," katanya.

Ia menambahkan potensi ancaman bencana paling tinggi di aliran sungai,

"Sepanjang daerah aliran sungai itu harus diwaspadai," ucapnya.

untuk Tanjabbar ia mengatakan potensi banjir memang lebih tinggi, apalagi saat curah hujan tinggi selama lebih dari dua jam.

"Potensi banjir itu saat hujan lebih dari dua jam, daerah-daerah rendah itu potensi banjir lebih tinggi," katanya.

Untuk wilayah potensi banjir paling tinggi di daerah ulu, dan daerah di pinggiran sungai pengabuan yang topografinya rendah.

Saat ini dikatakannya lebih banyak daerah yang tergenang air, bukan tenggelam.

"Tenggelam itu sudah menggangu fungsi sosial secara wajar, Itu yang perlu di evakuasi dan dibantu, sedangkan kalau tenggelam hanya bagian halamannya dan masih tetap bisa beraktivitas," tegasnya.

Ia menyatakan untuk bantuan BPBD kerjasama dengan Dinas sosial, mereka yang memberikan bantuan beradasarkan rekomendasi BPBD

Namun memang yang diberi bantuan adalah warga yang menjadi korban banjir yang menyebabkan rumah tidak bisa ditempati dan terganggu fungsi sosialnya.

Baca juga: BMKG Peringati Bencana Hidrometeorologi di Wilayah Barat Jambi Hingga Desember 2021

Baca juga: Masuki Musim Hujan Alat Pengukur Ketinggian Air Sungai Batanghari Rusak, BPBD Mengacu ke BMKG Jambi

Baca juga: BPBD Sebut Banjir di Kabupaten Tebo Akibat Kiriman dari Dua Wilayah Ini Saat Musim Hujan

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved