Breaking News:

Berita Batanghari

Masuki Musim Hujan Alat Pengukur Ketinggian Air Sungai Batanghari Rusak, BPBD Mengacu ke BMKG Jambi

BPBD Batanghari saat ini sulit untuk mengetahui ketinggian air di Sungai Batanghari, mengingat akhir tahun ini sudah memasuki musim penghujan.

Penulis: A Musawira | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
ist
Alat pengukur ketinggian air (APKA) di Kabupaten Batanghari 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARABULIAN - BPBD Batanghari saat ini sulit untuk mengetahui ketinggian air di Sungai Batanghari, mengingat akhir tahun ini sudah memasuki musim penghujan.

Alat pengukur ketinggian air (APKA) yang seharusnya berfungsi itu ternyata sampai sekarang ada gangguan disebabkan ada pergeseran tanah di titik terpasangnya APKA tersebut.

Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Batanghari, Dwi Indra Cahyono megatakan bahwa pihaknya sudah melakukan komitmen bersama semua unsur terkait dengan pencegahan dan kesiapsiagaan bencana ini.

Ia menjelaskan sudah koordinasi bersama pihak kecamatan untuk melakukan pembersihan di daerah aliran Sungai Batanghari termasuk dengan peningkatan program Perilaku Hidup Bersih dan Sehat atau PHBS disetiap rumah dan lingkungan rumah masyarakat.

“Penyebab banjir ini satu di antaranya membuang sampah sembrangan dan juga ada terjadi abrasi di hilir sungai sehingga menyebabkan peningkatan air dari hulu ke hilir menjadi besar sehingga tak tertampung lagi,” katanya.

Sementara informasi dari BMKG Provinsi Jambi bahwa di Batanghari dari awal sudah status siaga namun kini sudah memasuki status waspada.

“Ketinggian air di Sungai Batanghari kita belum tahu karena posisi alat pengukur ketinggian air atau APKA kita terjadi pergeseran tanah sehingga terjadi kerusakan,” ujarnya.

Sejauh ini debit ketinggingan air kurang akurat namun ia mengaku dalam waktu dekat akan diperbaiki.

“Kita masih mengacu dari BMKG. Sesuai laporan yang masuk bahwa di Muara Tembesi tepatnya di Desa Pasar Muara Tembesi ada beberapa rumah yang sudah terendam,” katanya.

Pihak kecamatan sudah diimbau untuk membentuk satuan relawan petugas kesiapsiagaan bencana, daerah rawan banjir itu di Kecamatan Pemayung dan Kecamatan Maro Sebo Ilir dan Kecamatan Muara Tembesi.

“APKA rusak dalam bulan ini ada 7 titik yang gangguan ada di Muara Tembesi dan Muara Bulian saat ini petugas sudah memonitoring ke lokasi baik di daerah rawan banjir dan di lokasi APKA,” pungkasnya.

Baca juga: 33 Desa dan Kelurahan Potensi Terjadi Karhutla, BPBD Batanghari Aktifkan Lagi Posko di Kecamatan

Baca juga: Banjir di Desa Kehidupan Baru Mulai Surut, BPBD Batanghari Imbau Masyarakat Waspadai Hujan Susulan

Baca juga: Puluhan Pemukiman Warga Terendam Banjir, BPBD Batanghari Masih Pantau Daerah Rawan Banjir

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved