Berita Nasional
Usut Dugaan Bisnis PCR Luhut dan Erick Thohir, Ketua KPK: Tidak Akan Pandang Bulu
Luhut Panjaitan dan Erick Thohir dilaporkan ke KPK terkait dugaan bisnis tes Cvodi-19 PCR. KPK akan menelaah laporan tersebut
Mereka hanya memiliki bukti pemberitaan majalah sebagai bukti dugaan Luhut dan Erick terlibat bisnis tes PCR.
Alif bilang, pihaknya belum memiliki bukti sendiri. "Sebenarnya yang beredar di media itu sudah banyak, investigasi dari Tempo minimal."
"Ini saya pikir menjadi data awal bagi KPK untuk bisa mengungkap ini. Pnggil aja itu Luhut, panggil aja itu Erick Thohir, agar kemudian KPK klir menjelaskan kepada publik bahwa yang terjadi seperti ini," sambungnya.
Dikatakan Alif, data lain terkait dugaan Luhut dan Erick bermain di bisnis tes PCR seharusnya dicari KPK. Kliping majalah dinilai cukup sebagai bukti awal dari PRIMA.
"Nanti bukti-bukti itu pihak KPK aja yang menjelaskan, kami sudah menyampaikan tadi lewat laporan kami," ujarnya.
Luhut Bantah
Sementara, Luhut Binsar Pandjaitan akhirnya angkat suara terkait tuduhan yang menyebut ia terlibat bisnis tes PCR.
Untuk diketahui, Luhut diduga terafiliasi dengan bisnis perusahaan penyedia layanan jasa tes PCR, PT Genomik Solidaritas Indonesia (GSI).
Luhut menegaskan tak pernah ambil keuntungan dari bisnis tes PCR itu.
"Saya tidak pernah sedikit pun mengambil keuntungan pribadi dari bisnis yang dijalankan PT Genomik Solidaritas Indonesia," katanya melalui unggahan instagram Story milik pribadinya, @luhut.pandjaitan, Kamis (4/11/2021).
Luhut Binsar Panjaitan menjelaskan, PT GSI merupakan perusahaan di bidang kewirausahaan sosial.
Tujuan dari perusahaan tersebut bukan lah mencari profit untuk pemegang saham.
"Sesuai namanya, Genomik Solidaritas Indonesia, memang ini adalah kewirausahaan sosial, sehingga tidak sepenuhnya bisa diberikan," ujarnya.
PT GSI lahir dari PT Toba Bumi Energi dan PT Toba Sejahtra, anak PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) yang sebagian kecil sahamnya dimiliki oleh Luhut.
Dikatakan Luhut, partisipasi Toba Bumi Energi merupakan wujud bantuan yang datang dari rekan-rekannya dari Grup Indika, PT Yayasan Adaro, Northstar dan lain-lain.
Mereka bersepakat untuk membantu penyediaan fasilitas tes Covid-19 dengan kapasitas besar.