Breaking News:

Berita Tanjabtim

Masuk Musim Penghujan Dinkes Tanjabtim Imbau Masyarakat Waspadai DBD

Memasuki musim penghujan, Dinas Kesehatan Tanjabtim minta masyarakat waspadai penyakit DBD.

ist
Demam karena DBD 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARASABAK - Memasuki musim penghujan, Dinas Kesehatan Tanjabtim minta masyarakat waspadai penyakit demam berdarah dengue atau DBD.

Curah hujan terus meningkat di Tanjabtim, mengakibatkan beberapa potensi bencana dapat terjadi. Selain banjir ancaman DBD juga menjadi perhatian serius bagi warga kawasan pesisir.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tanjabtim, Ernawati mengatakan, untuk mengantisipasi berkembangbiaknya nyamuk Aedes Aegypti masyarakat diimbau untuk tetap menerapkan 3M, yaitu Menguras, Mengubur dan Menutup.

"Jangan sampai ada air yang tergenang dan sampah harus dikubur. Karena jentik-jentik nyamuk demam berdarah ini dapat berkembangbiak di air yang bersih," jelasnya, Kamis (4/11/2021).

Selain itu, Ernawati juga mengimbau, agar masyarakat memantau kondisi kesehatan, baik itu diri sendiri maupun keluarga. Jika ada gejala demam panas tinggi selama tiga hari, cepat periksakan ke fasilitas kesehatan terdekat, apalagi kalau sudah mengeluarkan bintik-bintik merah pada tubuh.

"Terkadang masyarakat itu lengah, karena menganggap hanya demam biasa saja, sehingga saat sudah masuk ke rumah sakit sudah terjadi pendarahan di dalam tubuh," jelasnya.

Sebagai langkah pencegahan pihaknya melakukan penyebaran bubuk Abate di masing-masing Puskesmas yang ada di 11 kecamatan.

Bubuk Abate sendiri berguna untuk membunuh jentik-jentik yang hidup dalam air tampungan, seperti air hujan maupun air didalam kamar mandi.

Selain itu di masing-masing Puskesmas sudah standby obat-obat. Yang jelas sebelum masuk musim penghujan ini, pihaknya melalui Puskesmas sudah melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk waspada dengan penyakit demam berdarah.

"Kalau obat kita standby terus. Dan kami pun juga sudah sosialisasi kepada masyarakat," ucapnya.

Menurutnya, melihat dari jumlah data dari tahun sebelumnya, penyakit DBD ini hampir seluruh wilayah kecamatan terdapat kasus. Namun, untuk kasus terbanyak berada di Kecamatan Dendang, Rantau Rasau, Berbak dan lain-lain.

"Sementara untuk kasus kematian DBD itu belum ada. Terakhir pada tahun 2019 lalu, hanya Satu kasus," pungkasnya.

Baca juga: 63 Kasus DBD di Kota Jambi Hingga 18 Oktober 2021, 1 Orang Meninggal

Baca juga: Waspada DBD, Dinas Kesehatan Bungo Minta Warga Terapkan 3M

Baca juga: Beda Gejala Demam Karena DBD dan Covid-19, Jangan Sampai Salah Diagnosa!

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved