Breaking News:

Harga Sawit dan Karet Pengaruhi Ketahanan Pangan Warga Muarojambi

Naiknya harga sawit dan karet memengaruhi ketahanan pangan di wilayah Kabupaten Muarojambi yang mulai stabil.

Penulis: Hasbi Sabirin | Editor: Teguh Suprayitno
Tribunjambi/Musawira
Aktivitas angkutan TBS kelapa sawit. 

Laporan Wartawan Tribun Jambi Hasbi Sabirin

TRIBUNJAMBI.COM, SENGETI-Naiknya harga sawit dan karet memengaruhi ketahanan pangan di wilayah Kabupaten Muarojambi yang mulai stabil.

Saat diketahui, pada tahun lalu terdapat 32 desa di wilayah Muarojambi masuk zona merah ketahanan pangan akibat dampak Covid-19 dan tidak stabilnya harga kebutuhan pokok.

Namun sudah setahun ini, katahanan pangan Muarojambi sudah mulai setabil.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Muarojambi Zulkarnaen mengatakan saat ini hanya beberapa desa saja yang masih berstatus zona merah ketahanan pagan. 

"Untuk jumlah angkanya belum kita bakukan, karena kita masih koordinasi dengan pemerintah Provinsi Jambi," kata Zulkarnaen Minggu (31/10/21).

Baca juga: Kasus Covid-19 di Muarojambi Turun, Kini Tersisa Dua Kasus

Baca juga: Bupati Muarojambi, Masnah Busro dan BBS Pamit: Kami Ucapkan Beribu Maaf

Ia juga mengatakan, indikator yang mempengaruhi ketahanan pangan di Muarojambi, seperti listrik, kemiskinan, akses jalan, air bersih tenaga kesehatan, dan jumlah lahan pertanian.

"Alhamdulillah saat ini ketahanan pangan kita Muarojambi mulai stabil itu pun tertolong dengan naiknya harga kelapa sawit dan getah karet," ungkapnya.

Tak hanya itu, Kabupaten Muarojambi juga setahun ini angka kecukupan gizinya juga naik pada tahun ini.

"Se-Provinsi Jambi, kita Kabupaten Muarojambi nomor dua angka kecukupan gizi terbaik dari Kabupaten kota lainnya," tutupnya.

(Tribunjambi.com/ Hasbi Sabirin)

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved