Breaking News:

Mahfud MD Minta Korban Pinjol Tak Perlu Bayar Tagihan, Lapor Polisi Jika Diteror

Mahfud MD minta masyarakat yang terlanjur terjerat Pinjol ilegal untuk tidak membayar tagihan tersebut, jika di teror lagsung lapor polisi.

Penulis: Ade Setyawati | Editor: Teguh Suprayitno
capture youtube
Menko Polhukam Mahfud MD dalam konferensi pers mengenai pinjaman online ilegal. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Maraknya kasus Pinjaman Online (pinjol) ilegal justru menyulitkan masyarakat.

Pemerintah mengambil sikap tegas dan menghimbau kepada para pelaku Pinjol, untuk menghentikan aktivitas ilegalnya.

Menko Polhukam Mahfud MD dalam konferensi pers mengenai pinjaman online ilegal menegaskan, bagi masyarakat yang terlanjur terjerat Pinjol ilegal untuk tidak membayar tagihan tersebut, jika di teror lagsung lapor polisi.

"Pinjol illegal dalam beroperasi dinyatakan tidak sah dan tidak memenuhi syarat, oleh sebab itu bagi masyarakat yang sudah terlanjur menjadi korban, tidak perlu membayar," jelasnya.

"Jika mendapatkan ancaman dan teror kekerasan, masyarakat agar segera melapor ke kantor polisi terdekat, dan polisi akan memberikan perlindungan bagi para pelapor," tambahnya.

Dengan ini maka pemerintah menegaskan, pemerintah hanya akan melakuakan tindakan tegas utnuk Pinjol ilegal, sedangkan untuk pinjol yg legal, diminta untuk silahkan berkembang dan itulah yang di harapkan.

Baca juga: Polda Jabar Ungkap Bunga Pinjol di Yogyakarta, Pinjam Rp 5 Juta Jadi Rp 80 Juta Sebulan

Baca juga: Polda Jambi Terima Laporan Aplikasi Pinjol Resmi di OJK yang Menyalahgunakan Data Pribadi Nasabah

Wimboh Santoso Ketua Dewan Komisioner OJK juga menghimbau kepada Pinjol legal yang berizin OJK 4 poin, diantaranya untuk memberikan suku bunga yang murah sehingga dapat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan.

"Kami himbauan kepada Pinjol ilegal yang sudah berizin. Pertama : suku bunga murah sehingga dapat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan. Kedua : Tolong di taati aturan-aturan yang ada dan kaedah-kaedah, etika terutama dalam penagihan, jangan sampai ada yang melanggar etika. Dan yang ketiga : Tingkatkan terus servicnya kedalam hal positif membantu masyarakat," tutupnya.

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved