Breaking News:

Berita Tanjabbar

Tuai Polemik, Warga dan Kontraktor Sepakat Tinggi Jembatan Parit Gompong Tanjabbar Diturunkan

Pembangunan Jembatan Parit Gompong yang terletak di RT 12, Kelurahan Sungai Nibung, Kacamatan Tungkal Ilir, Kabupaten Tanjabbar yang menuai polemik

Tribunjambi/Danang
Pembangunan Jembatan Parit Gompong yang terletak di RT 12, Kelurahan Sungai Nibung, Kacamatan Tungkal Ilir, Kabupaten Tanjabba 

TRIBUNJAMBI.COM, KUALATUNGKAL - Pembangunan Jembatan Parit Gompong yang terletak di RT 12, Kelurahan Sungai Nibung, Kacamatan Tungkal Ilir, Kabupaten Tanjabbar yang menuai polemik di masyarakat akhirnya mendapatkan titik temu.

Pembangunan jembatan yang awalnya dibangun setinggi 5 meter dan dianggap merugikan warga sekitar saat ini tengah dilakukan perombakan ulang.

Pengerjaan tersebut sempat ditunda selama lebih kurang sepuluh hari, sebab banyaknya penolakan dari masyarakat, namun setelah melaksanakan musyawarah bersama pihak rekanan dan Balai Pelaksana Jalan Nasional Jambi (BPJN), akhirnya permintaan masyarakat dikabulkan, dimana jembatan yang semula tingginya 5 meter kini dilakukan penurunan sekitar 1,5 meter.

Hal itu disampaikan oleh Lurah Sungai Nibung, Alfizan Fajri, saat dikonfirmasi. Ia mengatakan bahwa pihak rekanan dan BPJN sudah mengadakan musyawarah kembali pada selasa, (12/10/2021) bersama masyarakat sekitar yang terdampak kerusakan pembangunan jembatan parit Gompong.

"Selasa kemarin pihak konsultan dan pihak balai kembali mengadakan musyawarah terkait kajian teknis jembatan parit gompong, Alhamdulillah permintaan masyarakat dipenuhi bahwasanya jembatan itu diturunkan, akhirnya menemukan kesepakatan bersama," ujarnya, Senin (18/10/2021).

Diketahui jembatan yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) tahun 2021 tersebut, senilaiRp.18.062.748.000,- dengan kontraktor pelaksana PT Jambi Energi Cemerlang dan konsultan pengawas PT Progresia Aditya Pratama KSO, PT Berlian Jaya Mandiri Konsultan.

Diinformasikan sebelumnya bahwa akibat dari aktifitas pekerjaan jembatan tersebut sejumlah rumah warga mengalami kemiringan bahkan bangunan berkonstruksi dari batu mengalami keretakan dan juga dapur rumah warga yang membelakangi sungai harus terpisah dikarenakan getaran pemasangan pasak bumi.

Oprit jembatan yang lebar dan tinggi turut menutup tiga lorong perumahan warga yang tepat berada ditepi jembatan, dan tidak sedikit pula perekonomian warga terganggu jika pembangunan tersebut terus dilakukan, terhadap hal itu warga juga meminta ganti rugi atas kerusakan yang terjadi.

Terkait dengan pembebasan lahan lurah mengatakan pihak rekanan atau penyedia barang jasa (kontraktor) saat ini sedang melakukan pendataan sejumlah rumah warga yang terdampak kerusakan, namun ganti rugi itu dilakukan setelah pekerjaan jembatan selesai dilaksanakan.

"Jadi mereka (kontraktor) akan melakukan ganti rugi kepada semua warga yang terdampak akibat kerusakan itu, saat ini sedang melakukan pendataan, makanya belum dapat disebutkan berapa nilainya, karena mereka sedang fokus menyelesaikan tuntutan warga untuk diturunkan dulu baru bahas ganti rugi di pertemuan selanjutnya," pungkasnya.

Baca juga: Hati-hati Lobang di Tengah Jalan, Sebagian Jalan di Jembatan Jelutung Kota Jambi Runtuh

Baca juga: Hati-hati Melintasi Jalan dari Arah Jembatan Muara Sabak Tanjabtim, Ada Lubang Besar

Baca juga: Jalan Amblas di Jembatan Jelutung Kota Jambi Sedang Diperbaiki, Diperkirakan Selesai Sore Nanti

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved