Femalenial
Si Cantik yang Berikan Cintanya pada Orangtua Melalui Wushu
Berita Jambi-Kisah Melisa Try Andani, perempuan tangguh yang menghadiahkan cinta melalui citanya. Atlet yang persembahkan emas..
Penulis: Ade Setyawati | Editor: Nani Rachmaini
Tapi ia tetap bersyukur apapun itu, dan di PON kali ini dirinya bayar dengan medali emas.
Karena Tuhan, karena orang tua, pelatih, dan masyarakat Provinsi Jambi ia merasa medali emas ini ia dapatkan.
Sampai saat ini, ia mendapatkan banyak penghargaan berupa rupiah pun ia hadiahkan untuk ayah dan ibunya.
Ia akan memberangkatkan kedua orang tuanya untuk umroh ke tanah suci.
Persiapan latihannya pasti beda ya, karena kalau sekarang ini pandemi Covid-19.
Karena kalau pandemi ini, keterbatasan waktu, keterbatasan ruang, dan gerak.

Sebelum pandemi Covid-19, biasanya bisa latihan indoor. Kini latihan pun, harus menggunakan masker, dan durasi latihan tidak boleh lama.
Dari seluruh dukungan, yang terpenting itu diri sendiri, kalau diri sendiri itu tidak kuat, kita tidak akan bisa.
Sehingga faktor latihan-latihan pasti menjadi pendukung.
Rasa bosan pernah ia temui, bahkan hendak menyerah. Pernah ada titik di mana sangat jenuh, capek, karena saya memulai dari karate pada tahun 2007.
Makanya saat itu merasa ah sudahlah, mau berhenti, dan pensiun saja. Tetapi alhamdulillah Tuhan kasih saya jalan terus.
Jadi ini jalannya untuk membuktikan adanya wushu di Jambi, dan ia bisa membahagiakan banyak orang.
Imel mencoba tenangkan diri dahulu, mengatasi titik terendah itu.
Ia mempertanyakan diri saya mengapa bisa demikian, tapi kembali lagi ke diri sendiri.
"Saya sudah ambil keputusan ini, ya saya harus ambil resikonya," ucap Imel.