Breaking News:

Berita Tanjabtim

Pemerintah Pusat Berencana Ubah Skema Subsidi Gas 3 Kg, Pemkab Tanjabtim Malah Usul Penambahan

Wacana Pemerintah melalui Kementerian Keuangan RI akan mengubah skema subsidi energi bagi Gas LPG 3 kg pada 2022 mendatang, Pemerintah Kabupaten baru

ist
Ilustrasi 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARASABAK - Wacana Pemerintah melalui Kementerian Keuangan RI akan mengubah skema subsidi energi bagi Gas LPG 3 kg pada 2022 mendatang, Pemerintah Kabupaten baru Terima informasi melalui media sosial.

Pengubahan Skema Subsidi Energi khususnya LPG 3 kg, secara bertahap pada tahun 2022 mendatang tersebut, diungkapkan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani, menurutnya pada tahun 2022 mendatang kebijakan subsidi energi ini diharapkan dapat lebih tepat sasaran.

Kabag Ekonomi SDA setda Tanjabtim Awaluddin, menuturkan, terkait hal tersebut sejauh ini pihaknya hanya merespon sebatas wacana dari Pemerintah RI saja.

Mengingat hal tersebut baru diketahuinya melalui dari informasi media yang beredar, sementara untuk surat resmi atau pemberitahuan secara kedinasan dari pusat ke Daerah, atau dari Pusat ke Provinsi dan ke daerah sejauh ini belum ada.

"Terkait hal itu, sejauh ini saya baru bisa katakan itu baru sekedar wacana pemerintah Pusat, karena sampai detik ini kita memang belum mendapatkan surat resmi dari kementrian ESDM, " jelasnya, Kamis (7/10/2021).

Baca juga: Praktik Curang Pangkalan Gas 3 Kg di Kumpeh Ulu, Warga Geram Melapor, Ini Akibatnya

Lanjutnya, untuk saat ini Pemda hanya dapat menyampaikan atau mensosialisasikan program, dan kegiatan serta kebijakan pemerintah pusat setelah mendapatkan surat resmi dan atau setelah regulasi yang sudah ditetapkan.

"Jadi kami meminta kepada masyarakat untuk tenang, dan menyikapi berita berita serta wacana wacana dengan bijak, " ujarnya.

Dikatakannya pula, Pemerintah Kabupaten Tanjabtim beberapa hari yang lalu, telah menyampaikan kembali usulan alokasi subsidi gas 3 kg bersubsidi kepada Kementerian ESDM melalui Pemprov Jambi.

"Usulan tersebut justru diminta oleh pihak kementerian ESDM untuk penetapan alokasi tahun 2022, bagaimana bisa mereka akan membuat regulasi baru sedangkan permintaan usulan untuk tahun depan dari mereka, " jelasnya.

"Yang jelas selagi belum ada instruksi atau surat resmi, masyarakat jangan keburu khawatir, " tambahnya.

Terkait dampak ataupun persoalan yang dimungkinkan akan terjadi jika perubahan skema tersebut dilakukan, dirinya tidak bisa memberikan gambaran mengingat hal ini baru sebatas wacana.

Jangan sampai kekhawatiran kita menjadi kekhawatiran masyarakat yang dapat menimbulkan kegaduhan, mengingat perubahan skema tadi masih sebatas wacana.

Lanjutnya, untuk usulan Perintah Kabupaten sesuai permintaan Pemerintah pusat tentu jumlahnya ada kenaikan dari tahun sebelumnya 2021. Namun untuk realisasinya tergantung dari pusat lagi.

"Alokasi kita pada tahun 2021 lalu berjumlah 6.1650 dan usulan kita untuk tahun 2022 nanti berjumlah 9.440 Matrik Ton. Jadi kita usulkan untuk kebaikan kuota lebih kurang 3000 an, " pungkasnya.

Baca juga: Tabung Gas 3 Kg di Kerinci Meledak, Empat Warga Desa Pelompek Alami Luka Bakar

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved