Renungan Kristen
Renungan Harian Kristen - Berproses Menjadi Dewasa dalam Pergumulan
Berproses Menjadi Dewasa dalam Pergumulan Roma 12:12 (TB) Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa
Berproses Menjadi Dewasa dalam Pergumulan
Bacaan ayat: Roma 12:12 (TB) Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa!
Oleh Pdt Feri Nugroho
"Apakah tidak boleh bahagia? Lima belas tahun lebih harus bertahan, menghadapi sikapnya yang selalu egois; tidak mau mengalah, ingin menang sendiri.
Tidak pernah mau mendengar apa yang saya katakan. Anak-anak sudah mulai beranjak dewasa. Mereka sudah mulai protes dan komplain.
Setiap hari harus mengalah dan mengalah. Rasanya tidak sanggup lagi untuk bertahan. Sampai kapan harus seperti ini!?"
Sepenggal curahan hati yang bisa dialami siapa saja. Bertahan jika sehari atau dua hari, mungkin banyak yang bisa.
Namun ketika hari sudah mulai berganti bulan, berlanjut pada tahun; beberapa orang yang kritis akan menanyakan, sampai kapan?
Belum lagi jika harus berhadapan setiap hari; bukan kata-kata yang membangun, namun kata yang merendahkan, menghina, melecehkan, kata yang tidak pantas diucapkan oleh bibir yang pernah berkata, 'I love you!'.
Siapa yang akan mampu bertahan dalam situasi yang demikian?
Berdoa? Sudah, bahkan terlalu sering dan berurai air mata. Berfikir positif, juga sudah.
Berjuang untuk tetap baik, terus diupayakan. Namun perubahan tidak terlihat akan terjadi.
Tanda perubahan saja tidak ada, apalagi perubahan itu sendiri.
Memahami situasi yang demikian, coba hening sejenak.
Sikap egois kadang bisa mengganggu dengan berkamuflase dalam kebaikan. Memberikan nasihat dan petuah itu baik.
Semua orang setuju. Namun ketika memaksakan sebuah nasihat untuk dilakukan, maka benih egois mulai muncul.
Apalagi sampai pada tindakan pemaksaan dan intimidasi; bukankah itu tidak ada bedanya dengan sikap egois yang lain?
Kadang kita hanya perlu sadar bahwa tidak mungkin menyetir orang lain untuk menjadi baik dalam standar kita. Mereka mempunyai kebebasan untuk memilih.
Jangankan kita, pada waktu tertentu kita bisa menemukan bahwa Tuhan menghormati pilihan seseorang, padahal pilihan tersebut bertentangan dengan kehendak-Nya.
Kepada jemaat di Roma, Paulus menasihati, "Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa!"
Baca juga: Renungan Harian Kristen - Hidup Sebagai Manusia Baru
Pertama, jangan pernah kehilangan pengharapan.
Tetaplah percaya bahwa karya Tuhan itu indah bagi kehidupan. Perubahan akan selalu terjadi dalam kehidupan.
Beri tempat bagi karya Allah untuk dinyatakan dalam kehidupan. Percayalah, pasti ada jalan keluar; ada fajar yang merekah di pagi hari.
Kedua, bersukacitalah dalam prosesnya. Jalani hari-hari dengan rasa syukur, maka sukacita akan mengalir. Menggerutu dan bersungut-sungut, akan merusak kehidupan.
Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari. Isi hari dengan kegembiraan dan semangat yang membangun kehidupan.
Jangan lupa untuk terus tersenyum menyambut sinar mentari.
Ketiga, terima kesesakan sebagai realita dalam kehidupan. Kesesakan menjadi bagian yang tidak bisa hilang dari hidup.
Bergantung bagaimana cara setiap orang untuk memaknainya. Yang diperlukan adalah sikap tenang. Jangan terburu-buru.
Tarik nafas dalam untuk memberikan asupan oksigen yang cukup bagi otak untuk berfikir secara optimal. Maka ide kreatif pasti muncul.
Keempat, bersabarlah. Bertahanlah. Sabar ada batasnya, namun pilihlah untuk tidak membatasi kesabaran.
Kesesakan menjadi kesempatan berharga untuk membagun kesabaran.
Kelima, teruslah bertekun dalam doa. Bukan tentang lamanya atau kalimat doa yang diucapkan; tetapi tentang membangun hubungan dengan Tuhan.
Jadikan seluruh hidup sebagai doa. Bermula membuka mata di pagi hari hingga kembali memejamkan mata di malam hari, adalah waktu untuk terus terhubung dengan Tuhan.
Roh Kudus akan terus hadir memberikan pencerahan dan kekuatan baru bagi kita yang memilih untuk percaya.
Nantikan kebaikan Tuhan dalam waktu-Nya. Kebahagiaan itu seperti Kupu-kupu; akan lari ketika dikejar.
Hanya cukup tinggal tenang dan ia akan hinggap mewarnai kehidupan.
Amin
Renungan oleh Pdt Feri Nugroho S.Th, GKSBS Palembang Siloam
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/18112020_feri-nugroho.jpg)