Breaking News:

Apartemen di Jakarta Timur Jadi Lokasi Prostitusi Anak, Stapol PP DKI: Kita Akan Segel

Satpol PP Jakarta Timur akan menyegel salah satu apartemen di Jalan Sentra Primer, Pulo Gebang, jika terbukti menjadi tempat prostitusi.

NET
Ilustrasi prostitusi anak di bawah umur. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Salah satu apartemen di Jalan Sentra Primer, Pulo Gebang, Cakung, Jakarta Timur disebut jadi tempat prostitusi.

Satpol PP Jakarta Timur akan menyegel apartemen tersebut jika hal itu terbukti.

"Jika Polda bersurat kepada Pemkot atau Satpol PP karena terbukti tempat digunakan tidak semestinya dan diminta dilakukan penutupan, kami akan melapor ke Satpol PP DKI untuk dilakukan penyegelan," ujar Kasatpol PP Jakarta Timur Budhy Novian, Selasa (5/10/2021).

Budhy mengatakan, saat ini pihaknya masih menunggu hasil pengembangan dari Sub Direktorat Remaja, Anak, dan Wanita (Subdit Renakta) Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya.

Setelah itu, pihaknya baru akan menentukan sikap.

"Ya sebetulnya untuk TKP (tempat kejadian perkara), jika diduga ada tindak pidana dari pihak polisi, bisa langsung dipasang police line untuk kepentingan penyidikan," kata Budhy.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya membongkar dugaan praktik prostitusi online yang melibatkan anak di bawah umur di apartemen di wilayah Cakung.

Polisi menemukan tiga perempuan di bawah umur yang diduga menjadi korban eksploitasi seksual.

"Mengamankan anak atau korban MF beserta wanita BO (booking online) yang masih di bawah umur," kata Kasubdit Renakta Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Pujiyarto dalam keterangannya, Kamis (30/9/2021).

Baca juga: Polisi Bongkar Kasus Prostitusi Online Anak di Bawah Umur Saat Grebek Hotel di Tanjung Priok

Baca juga: Diduga Jadi Tempat Prostitusi, Hotel OYO Salemba Belum Kena Sanksi, Ternyata Ini Alasannya

 

Kasus dugaan praktik prostitusi itu bermula dari adanya laporan dari salah satu orangtua korban ke Polda Metro Jaya pada 18 September 2021.

Orangtua tersebut melaporkan bahwa anak perempuannya, MF, tak kunjung pulang ke rumah setelah izin bermain bersama temannya sejak awal September 2021.

"Ibu kandung korban mengetahui kalau ada akun aplikasi MiChat yang menawarkan foto anak untuk prostitusi. Itu diketahui pada 24 September," kata Pujiyarto.

Saat itu, polisi yang menerima laporan kemudian melakukan penyelidikan ke salah satu apartemen yang disebutkan orangtua MF dalam laporan.

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved