Breaking News:

Duta Genre 2021-2022 Dapat Amanah Baru Dari Presiden Untuk Fokus Menekan Angka Stunting

Berita Jambi-Pemenang baru Duta Genre (Generasi Berencana) Putri untuk priode 2021 hingga 2022 telah mempersiapkan program-program terkait kegenrean

Penulis: Ade Setyawati | Editor: Nani Rachmaini
Istimewa
Ilustrasi. BKKBN Provinsi Jambi menggelar Kegiatan Temu Kerja Bagi Pengelola Program Generasi Berencana (GenRe) di Shang Ratu Hotel selama dua hari 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Pemenang baru Duta Genre (Generasi Berencana) Putri untuk priode 2021 hingga 2022 telah mempersiapkan program-program terkait kegenrean.

Rizda Choyrin Nizwa yang kerap disapa Rizda (21) berhasil menjadi pemenang Duta Genre 2021-2022, dan ke depan sebagai Duta Genre akan banyak program.

Program-program yang akan digelar oleh Rizda, baik program bersama maupun pribadi tidak lepas dari permasalahan kegenrean.

"Untuk program bersama tentu saja juga maslaah kegenrean mulai dari webseries, edukasi-edukasi yang bekerjasama dengan ahlinya dan lain sebagainya, yang masih didiskusikan," jalasnya.

"Yang sudah pasti dan yang kita fokuskan dalam waktu dekat ini ialah konten pribadi, dan untuk program-program tentu saja tidak lepas dari masalah kegendrean seperti pentingnya kesehatan reproduksi, edukasi pernikahan dini dan lain sebagainya," tambahnya.

Seperti yang kita ketahui bersama, permasalahan kegendrean banyak sekali ditemui di masyarakat, di mana remaja-remaja kurang aware dengan kesehatan reproduksi dan itu berbahaya bagi diri sendiri.

"Di beberapa daerah yang ada di Indonesia ada yang mulai menormalisasi pernikahan di bawah umur dan itu nanti akan mambuat permasalahan lain diantaranya seperti stunting," lanjutnya.

Untuk tahun ini sedikit berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, khusus tahun ini Duta Genre juga diamanatkan untuk fokus pada permasalahan Stunting.

"Untuk tahun ini sedikit berbeda, dimana ada amanah baru dari presiden kepada BKKBN menjadi Fasilitator atau sebagai media percepatan dalam penurunan stunting," ucapnya.

"Sebenarnya kasus stunting di Indonesia menurun dari tahun sebelumnya, namun memang stunting di Indonesia itu masih di angka 27 persen sedangkan ambang batas dari WHO hanya 20 persen, dan kita harus menekan ke ambang matas maksimal tersebut," tambahnya.

Stunting ini juga merupakan akibat dari pernikahan di bawah umur, yang mulai dinormalisasi di beberapa daerah di Indonesia.

"Saya tidak menyampaikan ini sebagai Duta Genre, namun saya menyampaikan sebagai sesama perempuan, ayolah kita lebih aware pada kesehatan reproduksi, mulailah mencari tahu demi kesehatan sendiri," tutupnya.

Ia juga mengatakan Sebagai perempaun kita harus pandai menjaga diri, jika bukan kita yang menjaga diri kita sendiri siapa lagi?

Ingat pergaulan kita juga ada budaya timur, permasalahan kegenrean saling berkaitan termasuk pernikahan dini. (Tribunjambi/AdeSw).

Baca juga: Cegah Stunting, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jambi Gelar Talk Show

Baca juga: Cegah Stunting, Kepala BKKBN Provinsi Jambi Jadi Narasumber Talk Show

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved