Breaking News:

Modal Pistol Mainan, Dua Pencuri di Kota Jambi Gasak Uang Rp 25 Juta

Dua spesialis pencurian dengan modus pecah kaca diringkus Tim gabungan Resmob Polda Jambi dan Rang Kayo Hitam Satreskrim Polresta Jambi.

Penulis: Aryo Tondang | Editor: Teguh Suprayitno
istimewa
Dua spesialis pencurian dengan modus pecah kaca diringkus Tim gabungan Resmob Polda Jambi dan Rang Kayo Hitam Satreskrim Polresta Jambi. 

TRIBUNJAMBI.COM,JAMBI- Tim gabungan Resmob Polda Jambi dan Rang Kayo Hitam Satreskrim Polresta Jambi, berhasil meringkus dua spesialis pencurian dengan modus pecah kaca mobil di Kota Jambi.

Kedua pelaku, yakni Andrean (34) dan Sandy (21) warga Kota Jambi. Mereka ditangkap petugas pada Kamis (30/9/2021) pukul 22.00 WIB. 

Hasil penyelidikan petugas, dalam menjalankan aksinya, kedua pelaku ini menggunakan pistol mainan untuk mengancam dan menakuti korbannya.

"Kita amankan pistol mainan, yang digunakan pelaku untuk menakuti korbannya saat beraksi," kata Handres, Jumat (1/10/2021).

Tidak tanggung-tanggung, hasil pemeriksaan sementara, kedua pelaku sudah beraksi di 12 tempat kejadian perkara (TKP).

Handres mengungkapkan, keduanya diamankan di dua lokasi berbeda, pelaku Andrean diamankan di rumahnya di kawasan Purnama, sedangkan pelaku Sandy diamankan di tempat pelaku bekerja di kawasan Mayang Mangurai.

Mereka ditangkap atas laporan korban bernama Solihin, yang saat itu meninggalkan mobilnya untuk salat.

Setelah selesai salat, korban melihat kaca mobilnya sudah pecah dan barang berharga miliknya, yang mencapai Rp 25 juta raib dibawa pelaku.

"Benar kita sudah amankan dua pelaku, dan saat ini menjalani pemeriksaan lebih lanjut," kata Handres.

Baca juga: Kerap Beraksi di Kota Jambi, Dua Spesialis Pencuri dari Sumsel Dibekuk Polisi

Baca juga: Wali Kota Jambi Janjikan Bonus Umrah untuk Kafilah Juara di MTQ ke-50 di Tanjab Barat

Baca juga: Wali Kota Jambi Lepas 110 Kafilah untuk MTQ ke-50 di Tanjab Barat

Handres melanjutkan, saat beraksi, kedua pelaku memiliki peran yang berbeda, dimana pelaku Andreas berperan sebagai eksekutor, sementara pelaku Sandy berperan untuk menjual hasil curian.

"Jika ada barang yang didapat, pelaku ini menjual melalui media sosial," bilangnya.

Dalam beraksi, pelaku hanya menggunakan alat sederhana, yakni obeng untuk memecahkan dan membuka pintu mobil korban yang terparkir.

Setelah berhasil memecahkan kaca mobil, pelaku langsung menggasak barang berharga milik korban yang ada di dalam mobil.

Dari tangan kedua pelaku petugas berhasil mengamankan sejumlah barang bukti berupa 1 unit sepeda motor, 12 unit Handphone dari berbagai jenis merek, 1 buah obeng dan 1 buah pistol mainan

Atas perbuatannya kedua pelaku tersebut dikenakan pasal 363 KUHPidana dengan ancaman hukuman di atas 7 tahun penjara.

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved