Sabtu, 18 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Materi Khutbah Jumat

Materi Khutbah Jumat Singkat " Perbuatan Syirik di Jaman Sekarang"

Artikel ini membahas tentang materi Khotbah Jumat, Khutbah Jumat, Khutbah Jumat singkat tentang " Perbuatan Syirik di Jaman Sekarang"

Editor: Heri Prihartono
Pixabay
Materi Khutbah Jumat dan keutamaannya 

Diriwayatkan oleh Ibnu Jari dari Ibraihm at-Taimi, ia mengatakan, “Kalau Nabi Ibrahim saja tidak merasa aman, siapa kiranya orang yang di bawah beliau kedudukannya tapi merasa aman”?

Allah Ta’ala juga berfirman tentang Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam,

فَاعْلَمْ أَنَّهُ لا إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَاسْتَغْفِرْ لِذَنْبِكَ

“Maka ketahuilah, bahwa sesungguhnya tidak ada Ilah (sesembahan, tuhan) selain Allah dan mohonlah ampunan bagi dosamu…” [Quran Muhammad: 19]

Sebagai seorang Muslim kiranya kita wajib bertawak dan terus mendidik diri kita, anak-anak kita, istri kita, dan orang-orang yang kita cintai, agar berhati-hati dari kesyirikan. Memotivasi mereka agar senantiasa mempelajarinya. Menyebarkan pemahaman tentang tauhid yang benar.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي القُرْآنِ العَظِيْمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الحَكِيْمِ، أَقُوْلُ مَا تَسْمَعُوْنَ، وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ المُسْلِمِيْنَ مِنْ كُلَّ ذَنْبٍ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ؛ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَحِيْمُ.

Khutbah Kedua:

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدًا لَا مُنْتَهَى لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَلَا رَبَّ لَنَا سِوَاهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَصَفِيُّهُ وَمُجْتَبَاهُ، صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنِ اهْتَدَى بِهُدَاهُ.

أَمَّا بَعْدُ:

فَاتَّقُوْا اللهَ حَقَّ التَقْوَى، وَرَاقِبُوْهُ فِي السِرِّ وَالنَّجْوَى.

Ibadallah,

Tersebar di tengah masyarakat kita perkara yang bertentangan dengan tauhid. Hal itu bisa dalam bentuk syirik besar atau syirik kecil. Di antara bentuk kesyirikan tersebut adalah:

Pertama: Menyembelih untuk selain Allah, berdoa dan meminta pertolongan kepada selain-Nya. Allah Ta’ala berfirman,

قُلْ إِنَّ صَلاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَاي وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ (162) لا شَرِيكَ لَهُ وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا أَوَّلُ الْمُسْلِمِينَ

Katakanlah: sesungguhnya sembahyangku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam. Tiada sekutu bagi-Nya; dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah)”. [Quran Al-An’am: 162-163]

Halaman 3/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved