Berita Batanghari

Api Sumur Minyak Ilegal di Batanghari Belum Juga Padam, Petugas Bakal Tambah Embung

Ledakan sumur minyak ilegal di Desa Bungku, Kecamatan Bajubang Kabupaten Batanghari masih mengeluarkan api, hingga masuki hari kesembilan.

Penulis: A Musawira | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
ist
Ledakan sumur minyak ilegal di Desa Bungku, Kecamatan Bajubang Kabupaten Batanghari masih mengeluarkan api, hingga masuki hari kesembilan. 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARABULIAN - Ledakan sumur minyak ilegal di Desa Bungku, Kecamatan Bajubang Kabupaten Batanghari masih mengeluarkan api, hingga masuki hari kesembilan.

Kasat Reskrim Polres Batanghari, Iptu Piet Yardi mengatakan petugas di lapangan terdiri dari Manggala Agni, personel BPBD dari provinsi dan kabupaten telah berupaya melakukan mitigasi supaya api tidak melebar.

“Jadi dari pihak PT AAS dari hari kedua itu sudah menyiapkan akses jalan untuk menuju ke titik api. Dan kita saat ini sedang membuat embung untuk persediaan air, kemudian juga menyiapkan peralatan-peralatan yang lainnya,” kata Iptu Piet Yardi selaku Kasat Reskrim Polres Batanghari, Selasa (28/9/2021).

Ia mengatakan sebelumnya pihak Pertamina sudah mengecek tingkat kebahayaannya, karena informasinya ada gas yang berbahaya.

“Tetapi setelah tim Pertamina turun ke lapangan untuk mengecek tingkat kebahayaanya dari gas tersebut tidak ada ditemukan yang sifatnya beracun atau yang membahayakan bagi kesehatan, untuk oksigennya masih normal. Itu hasil penilaian dari Pertamina di saat turun ke lapangan pada Selasa,” ujarnya.

Upaya mitigasi dikatakannya bahwa saat ini masih berjalan untuk persiapannya.

Informasi yang ia terima pada Minggu (26/9/2021) kemarin sudah dilakukan upaya peralatan yang dibantu dari BPBD kabupaten dan provinsi serta dari Manggala Agni.

“Kita sudah mencoba mensimulasikan, tetapi belum juga membuahkan hasil yang signifikan karena sumber api itu keluar dari lubang sumur ilegal itu yang ada tekanan gasnya,” katanya.

Kondisi terkini sumur minyak tersebut masih mengeluarkan semburan api tetapi tidak begitu tinggi, ada sekira lima sampai tujuh meter ketinggiannya.

“Kita mencoba melakukan penyiraman, saat itu ada tampak terkuak api yang masih ada semburan minyak lebih kurang 1 meter hingga 3 meter,” katanya.

Sejauh ini, persediaan embung masih kurang untuk menampung minyak namun dalam waktu dekat akan ditambah persediaan embung.

Kemudian, kata dia peralatan yang ada juga mengalami kerusakan jadi akan dilakukan upaya perbaikan kembali.

“Mereka sudah beberapa hari menginap di sana untuk melakukan upaya mitigasi supaya api ini jangan menyebar ke mana-mana lagi, jadi kita melokalisir api itu cukup adanya di lobang sumur itu saja,” ucapnya.

Iptu Piet mengatakan untuk memastikan api itu padam perlu data dan pihak Pertamina perlu data yang akurat dan langkah-langkah apa untuk bisa mematikan api itu.

“Kita dari Polres hanya bisa menjaga keamanan di sana supaya jangan ada lagi masyarakat yang bisa masuk ke lokasi karena itu apinya sangat panas sekali,”

“Jadi hari ini informasi yang didapat akan memperbaiki alat yang rusak dan menambah embung, informasinya embung masih kurang dan harus ditambah kembali,” pungkasnya.

Baca juga: Semburan Api Sumur Minyak Ilegal di Batanghari Mulai Menipis, Kapolres Asesmen Bersama Pertamina

Baca juga: Dampak Terbakarnya Sumur Minyak Ilegal Meluas, Bupati Batanghari Tunggu Api Padam Hitung Kerugian

Baca juga: Semburan Api di Sumur Minyak Ilegal Terbakar di Batanghari Masih Belum Padam dan Timbulkan Gas

Sumber: Tribun Jambi
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved