Berita Nasional
Tingkat Kepercayaan Publik Pada KPK Menurun, Publik Lebih Percaya Pada TNI
Secara mengejutkan, tingkat kepercayaan publik pada lembaga antirasuah (KPK) menurun. Tingkat kepercayaan terhadap KPK berada di bawah
TRIBUNJAMBI.COM - Mengejutkan, tingkat pepercayaan publik terhadap lembaga antirasuah, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menurun.
Hal itu diketahui berdasarkan survei Indikator Politik terkini.
Saat ini, tingkat kepercayaan publik terhadap KPK hanya 65 persen. Menempatkan KPK di bawah TNI, Presiden, Polri.
Sedangkan responden yang menyatakan tidak percaya yaitu 26 persen.
"Ya, KPK kalau tidak nomor dua, satu. Mungkin hanya kalah dengan TNI. Sekarang merosot ke peringkat empat dilihat dari tingkat kepercayaan publik terhadap KPK," kata Direktur Eksekutif Indikator Politik Burhanuddin Muhtadi dalam konferensi pers secara daring, Minggu (26/9/2021).
Sedangkan lembaga yang paling dipercaya publik dalam survei tersebut adalah TNI dengan tingkat kepercayaan 90 persen.
Ddisusul presiden dengan tingkat kepercayaan 82 persen dan Polri dengan tingkat kepercayaan 71 persen.
Di bawah KPK, turut ada kejaksaan dengan tingkat kepercayaan 61 persen, MPR dengan tingkat kepercayaan 57 persen, DPD dengan tingkat kepercayaan 52 persen.
DPR tingkat kepercayaan 50 persen, dan partai politik dengan tingkat kepercayaan 48 persen
Burhanuddin Muhtadi, menurunnya tingkat kepercayaan terhadap KPK merupakan sebuah temuan yang mengejutkan.
Namun, penurunan tingkat kepercayaan publik ini dapat dipahami, terutama setelah adanya revisi UU KPK pada 2019.
"DPR atau parpol saya tidak heran kalau trust-nya rendah, dari dulu tidak naik kelas tingkat kepercayaan publik terhadap kedua institusi ini. Tapi kalau KPK turun buat saya ini berita baru, meskipun buat masyarakat sipil ini bukan hal yang mengagetkan terutama setelah revisi UU KPK," ucapnya.
Hal lain yang terekam di survei ini adalah soal kekompakan TNI dan Polri.
Burhanuddin Muhtadi menjelaskan, hasil survei, mayoritas warga yaitu 833 persen menyatakan TNI-Polri kompak dalam menjaga keamanan selama pandemi Covid-19.
"Secara umum masyarakat menilai kompak, bagaimana polisi dan TNI menjaga keamanan selama masa wabah," kata dia.
Menurutnya, survei Indikator Politik soal persepsi publik atas isu-isu terkini ini diselenggarakan dengan melakukan wawancara terhadap 1.200 responden pada 17-21 September 2021.
Pemilihan sampel dilakukan dengan metode simple random sampling. Margin of error sekitar 2,9 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.
Sampel dari seluruh provinsi yang terdistribusi secara proporsional.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com
Baca juga: Survei Indikator Politik Indonesia: Kepuasan Atas Kinerja Jokowi Cenderung Turun saat Pandemi Corona
Baca juga: BEM SI Beri Waktu Jokowi 3x24 Jam untuk Angkat 56 Pegawai KPK Jadi ASN
Baca juga: Panglima TNI dan Kapolri di Jambi, Inilah Isi Pemaparan Gubernur Al Haris dan Wali Kota Fasha
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/ilustrasi-kpk-001.jpg)