Breaking News:

Dialog Sivitas Akademika Unja dengan Mendikbud Ristek Nadiem Makarim

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Anwar Makarim, B.A,. M.B.A melakukan kunjungan ke Universitas Jambi.

Editor: Nani Rachmaini
istimewa
Dialog Sivitas Akademika Universitas Jambi dengan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia 

MENDALO- Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Anwar Makarim, B.A,. M.B.A melakukan kunjungan ke Universitas Jambi. Tujuan dari kunjungan tersebut adalah melakukan dialog dengan sivitas akademik di Universitas Jambi. Dialog tersebut dihadiri oleh Gubernur Jambi, LLDIKTI, Rektor PTN dan PTS di Provinsi Jambi, dan perwakilan mahasiswa dari Universitas Jambi. Dialog dipimpin langsung oleh Rektor, Prof. Drs. H. Sutrisno, M.Sc,. Ph.D pada Selasa (21/9).

Dalam acara dialog tersebut, Nadiem Anwar Makarim selaku Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi menyampaikan mengenai antusias gerakan untuk segera melaksanakan tatap muka terbatas.

“Saya ucapkan terimaksih kepada teman-teman Universitas Jambi yang sudah menerima saya. Ini merupakan hari yang cukup membahagiakan karena satu hal, saya sudah melihat animo gerakan untuk pelaksanaan tatap muka terbatas. Sekarang bukan hanya diperbolehkan oleh pemerintah pusat, tetapi malah didorong untuk segera melaksanakan tatap muka terbatas dengan protokol kesehatan. Jadi silahkan, tidak perlu takut-takut lagi untuk membuka fasilitas sekolah, asal mematuhi protokol kesehatan”, Ujar Nadiem Makarim.

Selain itu, Menteri Nadiem Makarim juga menyampaikan bahwa kehadirannya adalah untuk mendengarkan aspirasi dan masukan-masukan. Beliau juga memberikan apresiasi kepada Universitas Jambi sebagai Universitas ke tiga terbesar sebagai partisipasi dalam MBKM untuk kampus mengajar.

“Informasi yang saya peroleh, Universitas Jambi menjadi ketiga terbesar dari sisi partisipasi dalam MBKM untuk kampus mengajar. Jadi ada 4.600 mahasiswa yang melaksanakan MBKM. Adik-adik mahasiswa harus mengetahui bahwa ini bukan hal yang mudah untuk Universitas. Walaupun mahasiswa sudah dimerdekakan untuk tiga semester di lajur prodi, ini memerlukan komitmen dari Rektor, kepala dekan, dan kepala prodi yang luar biasa. Untuk program kampus merdeka di luar kampus itu wajib diterima dalam program yang sudah di approve oleh Dikti ataupun oleh Rektor. Dia wajib mendapatkan 20 sks dan tidak boleh akhirnya dia sekolah lebih lama, jadi masa kelulusannya tidak boleh terdampak”, tambahnya.

Menteri Nadiem Makarin juga menegaskan bahwa setiap perguruan tinggi harus memepersiapkan mahasiswanya untuk memperoleh pekerjaan, salah satunya melalui wirausaha.

“Saya sangat apresiasi terhadap program-program kewirausahaan yang sudah menyebar keberbagai perguruan tinggi baik negeri maupun swasta, saya juga ingin mengatakan bahwa lulusan kita ini harus disiapkan scenario bahwa ia tidak akan mendapatkan pekerjaan, Itu harus realita kita sekarang setiap tahun 2 juta anak yanga lulus itu ada pekerjaan baru sebesar 2juta/tahun tercipta. Jadi, rektor perguruan tinggi negeri maupun swasta harus mempersiapkan mahasiswanya untuk bisa juga menjadi wirausaha untuk mencari nafkah sendiri bukan hanya mencari pekerjaan”, pungkasnya.

Sementara itu Rektor Universitas Jambi, Prof. Drs. H. Sutrisno, M.Sc,. Ph.D mengucapkan terimakasih dan menyambut para tamu undangan dalam acara Dialog.

“Selamat datang di kampus Unja pinang masak. Dengan waktu yang sangat terbatas, saya yakin ini sangat senang sekali kami untuk mas Menteri dapat hadir di Kampus kebanggan masyarakat Jambi”, Ujar Rektor Universitas Jambi.

Website : https://www.unja.ac.id
#UniversitasJambi
#UnjaSMART

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved