Breaking News:

Cuaca Ekstrem, Para Nelayan di Tanjab Timur Andalkan Aplikasi GPS di Ponsel

Cuaca ekstrem yang terjadi beberapa hari terakhir, berdampak besar bagi para nelayan Tanjab Timur. Penggunaan alat GPS menjadi andalan nelayan.

Penulis: Abdullah Usman | Editor: Teguh Suprayitno
Tribunjambi/Abdullah Usman
Nelayan di Tanjab Timur andalkan GPS saat dilanda cuaca ekstrem. 

Laporan wartawan tribunjmabi.com, Abdullah Usman 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA SABAK - Cuaca ekstrem yang terjadi beberapa hari terakhir, berdampak besar bagi para nelayan Tanjab Timur. Penggunaan alat GPS menjadi andalan nelayan.

Kondisi cuaca terbilang ekstrem seperti ini, menjadi perhatian dan pertimbangan serius bagi para nelayan. Ditambah saat ini cuaca ekstrem terjadi tidak mengingat waktu.

Sulaiman, satu dari nelayan di Kecamatan Kuala Jambi menjelaskan, saat ini kondisi ombak dan cuaca di tengah laut sekitar memang belum terlalu mengkhawatirkan. 

Akan tetapi kerap juga mereka menghadapi ombak yang cukup tinggi dan hujan deras saat beraktivitas di tengah laut yang datang secara tiba-tiba.

"Kalau pas hujan deras, angin kencang dan gelombang cukup tinggi, bukan cuman kami para nelayan be yang dak berani melaut, kapal-kapal berukuran besar yang bawak barang tu juga banyak yang berjangkar nunggu kondisi sudah agak mendingan," ujarnya, Minggu (19/9).

Dijelaskannya pula, sekarang ini jarak tempuh para nayan melaut masih sekitar 30 kilometer dilihat dari alat bantu sejenis GPS yang ada di HP dan kelengkapannya juga terbatas tidak seperti pada GPS khusus.

"Tapi kalau sudah memasuki bulan 12 tu kami dak berani terlalu jauh menjaring ke tengah laut, karena kondisi ditengah laut tu bisa tiba-tiba berubah jadi buruk," jelasnya.

Baca juga: Tanjab Timur Dilanda Cuaca Ekstrem, Nelayan di Kuala Jambi Diminta Waspada

Baca juga: Dua Warga Tanjab Barat Ditemukan Tewas Dalam Kapal, Pemilik Kapal Buka Fakta Sebenarnya

Baca juga: Pencuri Honda BeAT di Parkiran RSUD Abdul Manap Kota Jambi Terekam CCTV

Kondisi tersebut jelas berdampak terhadap hasil tangkapan laut para nelayan yang kerap menjaring ikan di perairan Kabupaten Tanjab Timur ini. 

Jika kondisi cuaca sudah memburuk, banyak dari nelayan tradisional di wilayah ini mengurungkan niatnya untuk menjaring ikan di tengah karena khawatir akan keselamatan saat berada di sana nantinya.(usn)

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved