Minggu, 10 Mei 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Liga Inggris

Kekalahan Manchester United atas Young Boys Tuai Kritik terhadap Solskjaer

Man United kalah 2-1 meski sang megabintang Cristiano Ronaldo mencetak gol lebih dulu di menit 13'. Sayangnya, di menit 35' Aaron Wan-Bissaka diganj

Tayang:
Penulis: Mareza Sutan AJ | Editor: Suci Rahayu PK
Instagram/@bscyb_offiziell
Pemain Young Boys yang berebut bola dengan gelandang Manchester United, Donny van de Beek di penyisihan Grup Liga Champions 

TRIBUNJAMBI.COM - Klub Liga Premier Inggris, Manchester United harus mengakui keunggulan Young Boys saat bertandang ke Swiss, Selasa (14/9/2021) lalu.

Man United kalah 2-1 meski sang megabintang Cristiano Ronaldo mencetak gol lebih dulu di menit 13'.

Sayangnya, di menit 35' Aaron Wan-Bissaka diganjar kartu merah dan harus diusir dari lapangan, yang berlanjut petaka bagi Setan Merah.

Ekspresi Ronaldo saat dilanggar di kotak pinalti tapi tidak dianggap pelanggaran oleh wasit, saat MU melawan Young Boys
Ekspresi Ronaldo saat dilanggar di kotak pinalti tapi tidak dianggap pelanggaran oleh wasit, saat MU melawan Young Boys (CAPTURE VIDEO)

Atas kekalahan itu, pelatih MU, Ole Gunnar Solskjaer mendapat sejumlah kritikan.

Media Spanyol, Marca menganalogikan ungkapan Solakjaer seperti David Moyes, pelatih yang tidak begitu sukses menggantikan Sir Alex Ferguson.

Dilaporkan, Moyer memiliki kata yang menunjukkan ketidakcocokannya sebagai bos Manchester United saat itu, yakni "semoga".

Itu adalah kata yang berulang yang dia ucapkan sepanjang wawancara, yang mengisyaratkan ketidakpastian dan kurangnya keyakinan.

Pada akhirnya, itu memainkan peran besar dalam kehancurannya dalam posisi sebagai pelatih The Red Devils.

Baca juga: Jadwal Lengkap Liga 1 Indonesia Pekan ke-3: Big Match Bali United vs Persib Bandung

Baca juga: PSMS Medan Gagal Jadi Tuan Rumah Liga 2, Berikut Daftar Pembagian Grup & Stadion

Kini, Ole Gunnar Solskjaer juga punya kata yang acap dikatakannya ketika kalah, yaitu "ceroboh".

Itu adalah kata yang digunakan pelatih berkebangsaan Norwegia itu setelah kekalahan telak timnya dari Young Boys di Liga Champions pada Selasa malam.

Dia juga menggunakannya setelah bermain imbang di Southampton pada 22 Agustus 2021, dan lagi musim lalu setelah kalah dari Sheffield United.

Namun, pada titik tertentu, pengalihan kesalahan kepada para pemain ini menipis.

Para pakar dan penggemar dengan tepat mulai bertanya mengapa segala sesuatunya terus-menerus ceroboh.

Keluhan Paul Scholes, legenda Manchester United sekarang menyadari hal ini.

Paul Scholes menyoroti bahwa pertunjukan hambar Manchester United mengingatkan pada kekalahan 2-1 mereka saat tandang ke Istanbul Basaksehir di babak penyisihan grup musim lalu.

Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved