Breaking News:

Nasional

Prabowo : Sains dan Teknologi Penting Untuk Pertahanan Negara

Menteri Pertahanan (Menhan), Prabowo Subianto menyatakan, pentingnya peran sains dan teknologi dalam pertahanan negara.

Editor: Hendri Dunan
capture Kompas.tv
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto memuji langkah Presiden Jokowi dalam menangani pandemi Covid-19. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Menteri Pertahanan (Menhan), Prabowo Subianto menyatakan, pentingnya peran sains dan teknologi dalam pertahanan negara.
Hal itu dikatakan Prabowo saat berkunjung ke Universitas Airlangga (Unair), pada Senin (6/9).
Kunjungan itu dalam rangka penandatanganan kerjasama antara Unair dengan Kemenhan. Dia mengaku, pertahanan negara bukan hanya urusan satu sektor semata namun multi sektor. Untuk itu, Menhan Prabowo menggandeng universitas-universitas terbaik di Indonesia untuk berkolaborasi.
"Kampus inilah pusatnya otak semua bangsa. Kalau kita mau sungguh-sungguh merdeka dan berdiri di atas kaki sendiri, kita butuh otak-otak terbaik, kita butuh putra dan putri terbaik Airlangga," kata dia melansir laman Unair, Selasa (7/9).
Prabowo juga memberikan harapan agar pertemuan kali ini menjadi permulaan kerjasama yang baik antara Unair dengan Kementerian Pertahanan (Kemenhan).

Baca juga: Prabowo Tak Datang Saat DPR, Kemenhan dan Panglima TNI Rapat Terutup Bahas Anggaran

Rektor Unair, Prof. Mohammad Nasih mengatakan, selama ini Kemenhan menjadi salah satu mitra Unair dalam hal pendidikan. Dengan begitu, kerjasama ini bukan merupakan hal yang baru bagi Unair.
"Menhan adalah mitra kami. Kerjasama kami dengan Menhan sudah efektif berjalan tiap tahun. Hampir tiap tahun ada dokter spesialis (dari Menhan) yang kuliah di Unair," jelas dia.

Baca juga: Prabowo Subianto Wajib Pikir 2 Kali Beli Jet Tempur AS Ini, Ternyata F-35 Kalah Jauh dari Jet Rusia

Nasih berharap, kerjasama yang terjalin bukan hanya bidang pendidikan saja. Namun, bisa juga riset dan potensi kerja sama yang lain Dia menyebutkan beberapa keunggulan yang dimiliki Unair, khususnya dalam hal riset kesehatan. Salah satunya adalah sarana prasarana penelitian berupa Laboratorium Biosafety Level–3 (BSL-3) yang merupakan laboratorium terbesar se-Asia Tenggara. Nasih menyatakan kesiapan Unair berkontribusi bersama Kemenhan mengembangkan IPTEK untuk mendukung pertahanan negara.

Baca juga: 2 Kali Pilpres Jadi Rival Jokowi, Prabowo Subianto Ungkap Alasannya Mau Jadi Menteri Jokowi

"Kami siap berkontribusi sesuai kapasitas yang kami punya, dengan ikhtiar dan upaya yang maksimal," tegas Rektor Nasih.
Sebagai informasi, pertemuan kerjasama antara Menhan Prabowo dengan Unair juga dihadiri beberapa pejabat eksternal, antara lain Rektor Universitas Pertahanan, Dirjen Pothan Kemhan, dan Kabaranahan Kemhan. Lalu ada Kabalitbang Kemhan, Karo TU dan Protokol, ADC Menhan, Sekretaris Pribadi Menhan, Walpri Menhan, dan beberapa pejabat terkait.
Pertemuan juga dihadiri secara offline oleh Wakil Rektor Unair, serta pejabat di lingkungan Unair secara online. (kompas.com)

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved