Sahabat Rasulullah

Saat Sahabat Ali bin Abi Thalib Termenung di Depan Makam

Suatu hari, sahabat Ali bin Abi Thalib ra pulang dan perang Shiffin. Saat itu, sahabat Ali sedang berada di Kuffah.

Editor: Deddy Rachmawan
Istimewa
Ilustrasi Pedang. Khabbab bin Arat ra sahabat Nabi yang mahir membuat pedang 

TRIBUNJAMBI.COM –  Perang Shiffin yang terjadi pada tahun 37 Hijriah membuat banyak kaum muslimin, sahabat Nabi saat itu gamang. Berada di pihak Khalifah Ali bin Abi Thalib atau Muawiyah.

Tapi pembicaraan kita kali ini, bukan mengenai polemik perang itu. Tapi kejadian setelah perang itu. Suatu hari, sahabat Ali bin Abi Thalib ra pulang dan perang Shiffin.

Saat itu, sahabat Ali sedang berada di Kuffah. Di Dirwayatkan, imam Ali bin Abi Thalib melihat sebuah makam yang segar dan harum. Ali ra lantas bertanya, "Makam siapakah ini?"

Orang yang bersama sahabat Ali bin Abi Thalib menjawab "Ini adalah makam Khabbab.”Khabbab dimaksud adalah Khabbab bin Arat ra, seorang sahabat Nabi yang pertama kali di Kuffah.

Imam Ali memandangi makam itu dengan khusyuk dan berduka lalu berkata, “Semoga Allah merahmati Khabbab. la telah masuk Islam dengan sukarela, hijrah dengan patuh, dan hidup sebagai mujahid."

Siapakah Khabbab bin Arat?

sahabat Nabi, Khabbab bin Arat Walaupun demikian, sosok Khabbab bin Arat mempunyai peran bagi Islam.

Dia adalah sahabat yang mahir membuat pedang. Kaum Quraisy kerap membuat pedang kepadanya.

Ia awalnya adalah budak hingga suatu hari ia masuk Islam, Khabbab bin Arat mendapat siksaan sedemikian rupa dari tuannya, yakni Ummu Anmar.

Suatu ketika Khabbab bin Arat ra mendapat siksaan sedangkan Rasulullah tak bisa berbuat banyak, kecuali berdoa kepada Allah swt.

“Ya Allah berikanlah pertolongan kepada Khabbab.” Begitu doa Rasulullah saw.

Baca juga: Tiga Sahabat Nabi yang Dihadapkan ke Rasulullah di Surga

Baca juga: Doa  Meminta Husnul Khatimah yang Dipanjatkan Sahabat Nabi Abu Bakar Ash-Shiddiq

Allah mengabulkan doa Nabi Muhammad saw. Beberapa hari kemudian Ummu Anmar mendapat balasan, termasuk orang-orang yang menyiksa Khabbab. Diriwayatkan, akhirnya Ummu Anmar mengidap penyakit batuk yang aneh dan ganjil hingga membuatnya menggonggong seperti anjing.

Khabbab bin Arat termasuk yang awal masuk Islam.

Dia turut mendengar ketika Rasulullah berdoa agar Allah menguatkan Islam melalui Umar bin Khattab.

Khabbab bin Arat pula yang turut mengajarkan Al-Qur’an kepada sejumlah sahabat.

Khabbab bin Arat yang mengikuti peperangan bersama Rasulullah wafat pada  tahun 37 Hijriah dalam sakitnya.

Diriwayatkan pula, pada masa Khalifah Umar bin Khattab ra, Shabat Umar meminta Khabbab menceritakan bagaimana penderitaannya dahulu pada permulaan masuk Islam. Dia menjawab, “Lihatlah punggungku ini!”

Baca juga: Sahabat Nabi yang Gemetar Ketika Nabi Berada di Rumahnya

Sahabat Umar ra terpana. Beliau berkata, “Saya belum pernah melihat punggung seperti ini.”

Khabbab berkata, “Saya telah diseret di atas timbunan bara api yang menyala, sampai lemak dan darah yang mengalir dari punggung saya telah memadamkan api tersebut.” (*)

Baca juga: Sahabat Nabi yang Keimanannya Lebih Berat dari Keimanan Penduduk Bumi

Sumber: Tribun Jambi
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved