Warga Lempar Bocah
Polisi Tahan Penganiaya Anak di Tanjung Jabung Timur Selama 20 Hari ke Depan
Ayah yang menganiaya anaknya dan dibuang di sungai yang merupakan habitat buaya di Tanjab Timur, akhirnya ditahan polisi
Penulis: Abdullah Usman | Editor: Rahimin
TRIBUNJAMBI.COM, MUARA SABAK - Pelaku penganiaya anaknya sendiri yang dianiaya dan dibuang ke sungai habitat buaya di Tanjung Jabung Timur, akhirnya ditahan polisi.
Pihak Polres Tanjung Jabung Timur resmi menahan tersangka hingga 20 hari ke depan terhitung sejak 7 September 2021.
Hal tersebut diungkapkan Kanit PPA Polres Tanjab Timur Brigadir Riky R Siahaan.
Menurutnya, dari hasil pemeriksaan saksi saksi dan pemeriksaan tersangka serta penyitaan barang bukti di lapangan akhirnya tersangka tindak kekerasan ditahan di Polres Tanjung Jabung Timur.
"Untuk tersangka sendiri akan kita tahan selama 20 hari ke depan," ujarnya.
Dari hasil pemeriksaan dan keterangan yang disampaikan tersangka, ia mengakui telah melakukan kekerasan terhadap anaknya tersebut.
"Berdasarkan pengakuan tersangka, dirinya melakukan hal tersebut murni karena sedang emosi akan tingkah anaknya yang membandel. Disuruh ngaji ke pesantren malah memiliki ulang," katanya.
Dari kejadian tersebut, tersangka F (37) mengaku sangat menyesali atas perbuatannya. Atas perbuatan tersangka sendiri F terancam hukuman selama Lima tahun penjara.
Sesuai pasal yang dikenakan terhadap tersangka, yakni pasal 44 ayat 1 Undang Undang ADRT No 23 tahun 2004 tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga.
Sementara itu Ibu Korban sekaligus Istri tersangka F menginginkan kasus yang terjadi saat ini dapat dibicarakan secara kekeluargaan.
Mengingat kondisi keluarga yang sangat membutuhkan peran seorang ayah sebagai tulang punggung menjadi alasan utama.
Dikatakan N istri tersangka bilang, tindakan yang dilakukan suaminya tersebut memang salah.
Namun, dirinya yakin apa yang dilakukan suami bukan faktor kesengajaan melainkan terbawa emosi.
"Bahkan anak dan bapak ni terbilang sangat dekat bahkan kerap tidur bersama, mungkin karena memang sudah emosi nian mako hal itu terjadi, " ujarnya dihadapan rombongan dinas sosial
"Kito sebagai manusia pasti biso dikhilafkan Tuhan, pasti biso salah," sambungnya.