PPKM Jambi
Angka Kematian Parameter Kota Jambi Masih PPKM Level 4, Wali Kota Protes ke Menteri
Kota Jambi masih ditetapkan PPKM Level 4.Tngkat kematian disertai Covid-19 cukup tinggi. Ini satu indikasi masih berstatus PPKM Level 4
Penulis: Rara Khushshoh Azzahro | Editor: Rahimin
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Wali Kota Jambi Syarif Fasha mengatakan tingkat kematian disertai Covid-19 di Kota Jambi cukup tinggi.
Hal tersebut merupakan satu indikasi Kota Jambi masih berstatus PPKM Level 4.
Sebab, parameter PPKM level 4 merupakan tingkat kematian, dan sudah disampaikan protes terkait permintaan ubah parameter.
"Parameternya, berada di angka sembilan batas tingkat kematian disertai Covid-19 dalam sepekan. Sedangkan Kota Jambi berada di atas angka sembilan," ujarnya.
Syarif Fasha sempat mengecek rumah sakit yang ada di Kota Jambi. Namun, tidak ada pelayanan yang mengakibatkan adanya kematian.
Ternyata adanya keterlambatan dari masyarakat membawa keluarganya yang sakit sudah dalam kondisi kritis.
Sedangkan saturasi oksigen di bawah 60, baru dibawa ke rumah sakit. "Sehingga di rumah sakit belum sempat masuk ICU sudah meninggal dunia di IGD," ujarnya.
Selain itu, pihaknya tidak dapat mencegah kematian yang terjadi.
Sepanjang selama pasien sudah dirawat sesuai SOP, sehingga urusan kematian tidak bisa ditanggulangi.
"Tapi, saya sudah bicarakan protes kita pada menteri agar kematian tidak dijadikan parameter PPKM Level 4," jelas dia.
Sebab, ada daerah yang kasus Covid-19 banyak, namun kematian minim terlepas dari dilaporkan atau tidaknya.
Lalu daerah tersebut tidak masuk kategori PPKM Level 4. Sedangkan penurunan kasus Covid-19 telah terjadi di Kota Jambi.
Sebelum pengetatan berada pada angka seribu, saat ini Kota Jambi berada pada angka sekita 600 kasus Covid-19.
Terkait dengan perpanjangan PPKM Level 4 ini, Pemkot Jambi sempat rapat dengan Menteri Perekonomian.
Kota Jambi masuk dalam kategori PPKM Level 4, namun assessment.