Breaking News:

Pelaku Pembunuhan di Kota Jambi Ditembak Polisi di Bengkulu, Ada Motif Dendam

Joni Alek Sander alias Jon Korong (47) warga Tanjung Sari, Kota Jambi ditembak petugas, lantaran mencoba melawan petugas.Ia pelaku pembunuhan.

Penulis: Aryo Tondang | Editor: Teguh Suprayitno
Tribunjambi/Aryo
Pelaku pembunuhan dengan air keras di Kota Jambi dilumouhkan polisi. 

TRIBUNJAMBI.COM,JAMBI- Pelaku pembunuhan menggunakan air keras di sebuah pondok, di kawasan Orang Kayo Pingai, Talang Banjar, Jambi Timur, pada Minggu 5 September 2021 lalu, ditembak polisi.

Pelaku bernama Joni Alek Sander alias Jon Korong (47) warga Tanjung Sari, Kota Jambi ditembak petugas, lantaran mencoba melawan dan melarikan diri saat akan diamankan di Kabupaten Rejang Lobong, Provinsi Bengkulu, pada Selasa (7/9/2021) pukul 04.30 WIB.

Penangkapan Jon, berawal saat ia menyiram temannya bernama Bambang (41) menggunakan air keras.

Saat itu, korban sedang tertidur di sebuah pondok, bersama dua orang lainnya.

Namun, tiba-tiba pelaku masuk ke dalam pondok, dan langsung menyiram korban pakai air keras, yang dibawa menggunakan satu teko kecil warna putih.

Akibatnya, korban mengalami luka bakar hingga 90 persen. Meski sempat mendapat perawatan di Rumah Sakit DKT, namun nyawa korban tidak tertolong.

Ia dinyatakan meninggal dunia, tepat pada Minggu (5/9/2021) pukul 17.00 WIB.

Kapolresta Jambi, Kombes Pol Eko Wahyudi mengatakan, dendam pribadi, menjadi motif pelaku melakukan penyiraman tersebut hingga korban meninggal dunia.

Sebelumnya, kata Eko, pelaku sempat dibacok oleh korban, hingga mengalami lula di bagian kepala.

"Jadi, motifnya murni karena dendam, dimana, sekira satu bulan lalu, pelaku dibacok oleh korban. Sehingga tidak terima, ia merencanakan aksi pembunuhan tersebut," kata Eko, Selasa (7/9/2021) malam.

Baca juga: Kasus Tabrak Lari Sopir Mobil Ayam Potong di Kota Jambi Masih Berlanjut, Korban dan Pelaku Mediasi

Baca juga: Pelajar MAN 2 Kota Jambi Antusias Ikuti Vaksinasi Massal Korem 042/Gapu

 

Ia mengatakan, saat ditangkap, pelaku tidak kooperatif, sehingga diberi tindakan tegas dan terukur.

"Saat ditangkap, pelaku melakukan perlawanan dan mencoba melarikan diri, sehingga kita beri tindakan tegas dan terukur" tutup Eko.

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved