Breaking News:

Pertamina Amankan Ketersediaan Solar Hingga Akhir Tahun dan Batasi Pembelian

PT. Pertamina Patra Niaga Region Sumbagsel berusaha menjaga agar stok dan penyaluran BBM jenis Solar di Provinsi Lampung

Penulis: Ade Setyawati | Editor: Nani Rachmaini
ADE SETYAWATI/TRIBUNJAMBI.COM
Ilustrasi. Pelayanan pembelian BBM di SPBU 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - PT. Pertamina Patra Niaga Region Sumbagsel berusaha menjaga agar stok dan penyaluran BBM jenis Solar di Provinsi Lampung dalam kondisi aman.

Solar termasuk BBM Jenis Bahan Bakar Tertentu (JBT) sehingga penyalurannya disesuaikan ketentuan yang telah ditetapkan oleh Regulator.

Umar Ibnu Hasan, Area Manager Communication Relation dan CSR Sumbagsel, menyampaikan di lapangan terjadi permintaan yang cukup signifikan. Petugas juga mengawasi dengan ketat.

"Menurut pemantauan kami di lapangan, terjadi peningkatan permintaan yang cukup signifikan dikarenakan adanya pelonggaran aturan PPKM, sehingga giat ekonomi masyarakat yang ditandai dengan mobilitas kendaraan yang masuk ke wilayah Sumatera khususnya Lampung mulai meningkat," jelas Umar Ibnu Hasan.

Agar stok dan penyaluran solar tetap aman Pertamina memonitor ketat pembelian solar dan melakukan pengawasan kepada SPBU agar melakukan penyaluran BBM Solar sesuai regulasi yang berlaku.

"Sebelum mengisi BBM Solar, Petugas SPBU akan mencatat nomor kendaraan, data pelanggan serta jumlah pengisian BBM," tambahnya.

Penyaluran BBM solar menurut aturan yang berlaku, untuk kendaraan pribadi roda empat maksimal pembelian adalah 60 liter per hari.

Sementara angkutan umum atau angkutan barang roda empat dapat membeli solar 80 liter per hari, dan untuk angkutan umum atau angkutan barang roda enam, maksimal pembelian 200 liter per hari.

Sedangkan untuk masyarakat yang berhak memakai minyak solar subsidi, ialah yang telah mendapatkan rekomendasi dari pihak terkait, antara lain usaha mikro dengan verifikasi dan surat rekomendasi dari Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kabupaten/ Kota yang membidangi usaha mikro.

Untuk nelayan dan pembudidaya ikan berhak memakai minyak solar subsidi dengan adanya rekomendasi pelabuhan perikanan atau Kepala SKPD provinsi atau kabupaten atau kota yang membidangi perikanan.

Untuk usaha pertanian, seperti petani, kelompok tani, Usaha Pelayanan Jasa Alat Mesin Pertanian dengan verifikasi dan rekomendasi dari lurah atau kepada desa atau Kepala SKPD yang membidangi pertanian juga mendapat izin menggunakan solar subsidi.

Penerangan fasilitas umum seperti tempat ibadah, panti asuhan, panti jompo dan puskesmas juga menjadi pengguna solar subsidi berdasarkan verifikasi dan surat rekomendasi SKPD kabupaten atau kota yang membidangi.

Kendaraan bermotor kecuali kendaraan dinas yang diatur dalam Permen ESDM Nomor 1 Tentang Pengendalian Penggunaan BBM, mobil ambulan, mobil jenazah mobil pemadam kebakaran dan mobil pengangkut sampah juga permasuk pengguna BBM solar subsidi.

Demikian pula transportasi air motor tempel dan transportasi laut angkutan umum, tentunya diperbolehkan menggunakan solar subsidi berdasarkan rekomendasi SKPD bidang transportasi serta berdasarkan kuota yang ditetapkan badan pengatur.

"Pertamina juga mengimbau kepada konsumen pengguna solar untuk menggunakan BBM pengganti yang lebih berkualitas dan ramah lingkungan seperti Dexlite dan Pertamina Dex yang telah disediakan Pertamina di SPBU," tutupnya.

Baca juga: Selain Sibuk Jadi Komisaris Pertamina, Ahok Juga Bawa Putranya yang Balita Belajar Golf

Baca juga: Isi Solar di SPBU Kawasan Jambi Selatan, 4 Mobil Travel Langsung Mogok

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved