Peristiwa G30S PKI

Kisah Kopassus Temukan Korban G30S PKI di Lubang Buaya, Penggali Sumur Pingsan

Berikut artikel tentang RPKAD, (sekarang Kopassus) pimpinan Sintong Pandjaitan yang menemukan jenderal korban G30S PKI

Editor: Heri Prihartono
TribunJakarta/Dionisius Arya Bima Suci
Sumur tua tempat ketujuh pahlawan revolusi di kuburkan oleh anggota PKI yang terletak di Kelurahan Lubang Buaya, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, Sabtu (29/9/2018). Kisah Kopassus Temukan Korban G30S PKI di Lubang Buaya, Penggali Sumur Pingsan 

TRIBUNJAMBI.COM - Ada sebuah kisah saat RPKAD (Kopassus saat ini)  diperintahkan mengevakuasi jenderal korban G30SPKI.

Sintong Pandjaitan sebagai komandan RPKAD saat itu berkisah dalam evakuasi jenderal korban G30SPKI.

"Datanglah berita bahwa jenderal yang dibunuh itu berada dibunuh di Lubang Buaya itulah karena kami satuan tempur yang siap untuk ke Malaysia Jadi perlengkapan kami udah lebih siap dari Kopassus yang lain akhirnya diperintahkan lagi kami pasukan Tanjung sekarang cari di mana mereka dikubur," cerita Sintong di akun Youtube Puspen TNI.

Di kawasan yang saat ini dikenal sebagai Lubang Buaya  Sintong dan pasukan RPKAD menemukan sebuah pemandangan mengejutkan.

" Saya melihat di sana banyak kendaraan peraga, itu adalah kendaraan buatan Rusia itu dan juga banyak tulisan-tulisan ada seperti doktrinasi Iya salah satu yang apa itu ingat itu bahwa lapar itu lebih tajam dari pisau gitu, nggak tahu saya apa maksudnya itu ya.

Sintong mengamati dan mencari tahu  di mana kira-kira para jenderal itu dikuburkan.

Sebab informasi yang ia terima, para jenderal itu  dikubur di lokasi tersebut.

Di daerah yang luas itu ada satu rumah kecil yang tinggal satu orang tua.

" Saya ya minta pada orang tua itu Pak Bapak melihat nggak di sini ada orang dikubur.

" Nggak Nggak Nggak lihat dibilang akhirnya kita bawa lah orang tua ini ada tanah yang apa ini sudah kelihatan itu pak apa untuk sampah itu gitu.

tapi kita nggak percaya juga saya, akhirnya kita gali memang sampah," kata Sintong.

Kata  Sintong tumpukan sampah itu memang sengaja dibuat, namun RPKAD melakukan berbagai cara untuk menggali informasi yang ada di lokasi itu.

Dari  pemeriksaan terus dilakukan pada semua tempat yang ada di sekitar lokasi hingga mendapati bekas sumur tua.

" Akhirnya saya panggil orang itu lagi, ini apa ini Pak?

" Oh ya ini sumur dulu ini seseorang tersebut bawa ini bekas sumur"

" Saya Jadi curiga itu pasti di sini," bebernya,

 Sintong memerintahkan anggota RPKAD untuk membongkar sumur itu.

"Akhirnya kita coba cari ini yang penggali makam sorenya kisa-kira jam 4 itu namun belum dapat meskipun baunya sudah tercium.

Ada kejadian penggali sumur itu pingsan hingga ditarik kembali ke atas.

" Di sini saya berfikir kalau saya menggali tanpa alat pasti tidak bisa, akhirnya saya panggil anak buah saya bernama Nanang yang lulusan Skuba di Surabaya.

" kemudian saya bilang coba dulu minta alat Scuba ke Batujajar.

Ternyata alat tersebut tidak didapati di Batujajar dan kemudian mencoba meminjam di Cilacap namun pun alatnya tak siap digunakan.

Peralatan tersebut akhirnya berhasil dipinjam dari angkatan laut untuk mengevakuasi dan mengidentifikasi jenderal yang jadi korban G30S PKI.

Memasuki jam 6 tim evakuasi mendapat pemberitahuan jika pengangkatan jenazah ditunda hingga esok harinya karena akan disaksikan Soeharto.

BACA ARTIKEL LAINNYA TERKAIT KOPASSUS  DI SINI

BACA JUGA ARTIKEL LAINNYA TERKAIT Peristiwa G30S PKI

Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved