Kamis, 23 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Perekonomian Jambi

Agustus Kota Jambi Mengalami Deflasi, Ini Uraian Data Lengkap Berdasarkan Kelompok Pengeluaran

Berita Bisnis-Menurut data dari Badan Pusat Statistik Provinsi Jambi, selama bulan Agustus 2021 Kota Jambi mengalami deflasi sebesar 0,44 persen.

Penulis: Fitri Amalia | Editor: Nani Rachmaini
tribunjambi/vira ramadhani
Wahyudin, Kepala BPS Provinsi Jambi 

TRIBUNJAMBI.COM - Menurut data dari Badan Pusat Statistik Provinsi Jambi, selama bulan Agustus 2021 Kota Jambi mengalami deflasi sebesar 0,44 persen.

Deflasi juga terjadi pada bulan lalu mencapai 0,21 persen.

Wahyudin, Kepala BPS Provinsi Jambi menyampaikan dalam rilis hari ini (1/9/2021), deflasi di Kota Jambi terjadi karena adanya penurunan indeks harga pada lima kelompok pengeluaran yakni kelompok Makanan, Minuman dan Tembakau sebesar 1,03 persen.

Pakaian dan Alas Kaki sebesar 0,16 persen; Transportasi sebesar 0,74 persen; Informasi, Komunikasi, dan Jasa Keuangan sebesar 0,35 persen; serta kelompok Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya sebesar 0,39 persen .

Sedangkan inflasi di Kota Muara Bungo terjadi pada tiga kelompok pengeluaran karena adanya penurunan indeks harga, yakni kelompok Makanan, Minuman dan Tembakau sebesar 0,66 persen; Transportasi sebesar 0,14 persen; Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya sebesar 0,54 persen .

Berikut ini uraian inflasi Kota Jambi menurut kelompok pengeluaran.

1. Makanan, Minuman dan Tembakau

Kelompok pengeluaran Makanan, Minuman dan Tembakau pada Agustus 2021 mengalami deflasi sebesar 1,03 persen atau terjadi penurunan indeks dari 106,96 pada Juli 2021 menjadi 105,86 pada Agustus 2021. Dari tiga subkelompok pada kelompok pengeluaran ini, satu kelompok mengalami deflasi yakni subkelompok makanan sebesar 1,45 persen.

Sedangkan dua subkelompok lainnya mengalami inflasi, yaitu subkelompok minuman yang tidak beralkohol sebesar 0,64 persen; serta subkelompok rokok dan tembakau sebesar 0,78 persen.

"Kelompok ini pada Agustus 2021 memberikan andil/sumbangan deflasi sebesar 0,3098 persen. Komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan deflasi, yakni cabai merah sebesar 0,2093 persen; daging ayam ras sebesar 0,0865 persen; cabai rawit sebesar 0,0534 persen; ikan nila sebesar 0,0273 persen; jeruk sebesar 0,0223 persen; ikan patin sebesar 0,0222; telur ayam ras sebesar 0,0218 persen; dan jengkol sebesar 0,0159 persen," jelasnya.

2. Pakaian dan Alas Kaki

Kelompok pengeluaran Pakaian dan Alas Kaki mengalami deflasi sebesar 0,16 persen atau terjadi penurunan indeks dari 104,85 pada Juli 2021 menjadi 104,68 pada Agustus 2021. Dari dua subkelompok, salah satunya mengalami deflasi, yakni subkelompok pakaian sebesar 0,19 persen. Sedangkan satu subkelompok lainnya tidak mengalami perubahan indeks harga, yakni subkelompok alas kaki.

Kelompok ini pada Agustus 2021 memberikan andil/sumbangan deflasi sebesar 0,0108 persen. Komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan deflasi, yaitu celana pendek pria sebesar 0,0068 persen.

3. Perumahan, Air, Listrik dan Bahan Bakar Rumah Tangga

Kelompok pengeluaran Perumahan, Air, Listrik dan Bahan Bakar Rumah Tangga pada Agustus 2021 mengalami inflasi sebesar 0,03 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 105,31 pada Juli 2021 menjadi 105,34 pada Agustus 2021. Dari empat subkelompok pada kelompok pengeluaran ini, hanya satu yang mengalami perubahan harga yakni subkelompok pemeliharaan, perbaikan, dan keamanan tempat tinggal/perumahan yang mengalami inflasi sebesar 0,12 persen.

Sumber: Tribun Jambi
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved