Breaking News:

Berita Tanjabtim

Kondisi Balai Adat Tanjabtim Semakin Usang, Sudah Beberapa Tahun Tak Diperbaiki

Balai Adat di Tanjabtim di Kelurahan Sabak Barat tersebut terbilang strategis dan memiliki landscape yang menawan.

Penulis: Abdullah Usman | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Tribunjambi/Abdullah Usman
Kondisi Balai Adat Tanjabtim 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARASABAK - Kondisi bangunan Balai Adat Tanjabtim memprihatinkan.

Bangunan yang berada di Kelurahan Sabak Barat Kabupaten Tanjabtim tersebut, terbilang strategis dan memiliki landscape yang menawan.

Hanya saja kondisi bangunan itu sudah mulai termakan usia dan mengalami keropos di berbagai sisi.

Pantauan Tribunjanbi.com di lapangan, beberapa bagian dinding dan lantai bangunan mulai berlubang dan rapuh.

Terkait kondisi tersebut, Kepala Disbudparpora Tanjabtim melalui Kabid Kebudayaan Teguh, mengatakan kondisi balai adat yang mulai usang tersebut benar adanya.

"Memang kondisi bangunan Balai Adat Tanjabtim, sudah dua tahun ini belum ada melakukan rehab karena keterbatasan anggaran OPD," ujarnya, Senin (30/8/2021).

Selain keterbatasan OPD tadi juga, harus banyak aspek yang dilakukan, dihitung ulang untuk perencanaan perbaikan. Terutama untuk bahan baku yang mulai sulit ditemukan saat ini, sebut saja kayu Bulian.

"Tentu harus ada pembicaraan khusus," tambahnya.

Diakuinya, untuk usulan perbaikan dari Dinas sendiri setiap awal atau akhir tahun selalu diusulkan, bahkan selalu menjadi pembahasan di beberapa kegiatan tertentu.

Menurutnya, jika dilihat dengan kondisi yang ada saat ini, perbaikannya pun tidak bisa lagi dilakukan perbaikan ringan, harus perbaikan berat (perbaikan total).

"Terakhir perbaikan sendiri saya sudah lupa, gambarannya Tiga atau Empat tahun lebih belum ada perbaikan," sebutnya.

Untuk wacana ke depan, pihaknya sudah memiliki beberapa sket. Hanya saja wacana tersebut bum di diskusikan kepada pihak terkait apakah diperbolehkan atau tidak menyalahi aturan LAM.

"Agar menarik lagi kita akan dibuat semacam mini museum atau rumah galeri di Balai adat tersebut, namun kita tidak tahu diperbolehkan atau tidak terbentur aturan atau harus membuat bangunan sendiri itu yang kita belum ketahui," tandanya.

Baca juga: Sempat Tertunda Akibat PPKM Jambi, Penertiban Angkutan Nakal di Tanjabtim akan Digelar

Baca juga: Sekda Tanjabtim Sebut Naik Turun Level PPKM Itu Keputusan Kementerian

Baca juga: Nelayan Tanjabtim Keluhkan Maraknya Oknum Meracun Ikan dan Serok Kerang di Mendahara

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved