Breaking News:

Warga Dusun Rantel Bungo Diserang Gatal-gatal, Diduga Akibat Limbah PETI

Warga Dusun Rantel, Kecamatan Pelepat, Kabupaten Bungo banyak diserang gatal-gatal, diduga akibat limbah PETI masuk ke Sungai Batang Pelepat.

Penulis: Muzakkir | Editor: Teguh Suprayitno
tribunjambi/muzakkir
Warga Dusun Rantel, Kecamatan Pelepat, Kabupaten Bungo banyak diserang gatal-gatal, diduga akibat limbah PETI masuk ke Sungai Batang Pelepat. 

Laporan Wartawan Tribunjambi Muzakkir

TRIBUNJAMBI.COM, BUNGO -- Dampak buruk aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayah Batu Kerbau, Kecamatan Pelepat, kabupaten Bungo mulau dikeluhkan banyak masyarakat.

Terutama masyarakat yang tinggal di sekitar aliran sungai Batang Pelepat Kabupaten Bungo.

Seperti yang dirasakan masyarakat Dusun Rantel yang berada di hilir aliran Sungai Batang Pelepat.

Warga Rantel kini banyak mengidap penyakit gatal-gatal pada kulit, yang diduga kuat dampak dari penggunaan air Sungai Batang Pelepat yang keruh.

"Kami dak sanggup lagi gunokan (menggunakan) ayik (air) Batang Pelepat ko (ini) pak. Lah keruh nian. Kini lah sampai luar dalam keno (terkena) gatal-gatal pak," ungkap Siti Maryam warga setempat.

Wanita paruh baya ini menyebut jika kondisi air Sungai Batang Pelepat akibat adanya tambang illegal di hulu sungai, sehingga air kini sulit digunakan untuk keperluan apapun dalam keseharian masyarakat setempat.

"Padahal ayik sungai ko lah sumber kehidupan kami sejak puluhan tahun pak. Tapi kondisinyo kini jangankan untuk minum, dibuat mandi samo (sama) nyuci (mencuci) saja sudah dak layak lagi pak. Tulunglah (tolonglah) kami pak, cepat usir PETI tu pak," rintih nenek Siti Maryam.

Terpisah, Rio (kepala desa) Rantel, H. Badrul Aini membenarkan jika kini banyak warganya yang diserang penyakit gatal-gala. Kondisi air sungai yang sangat keruh dinilainya menjadi penyebab timbulnya penyakit gatal-gatal tersebut.

"Memang itulah keluhan masyarakat yang banyak sampai ke saya. Makanya masyarakat marah dan sudah mau berangkat ke lokasi PETI itu untuk berdemo," ujar H. Badrul Aini.

Baca juga: Gubernur Jambi Al Haris Ikut Tanam Kedelai dan Panen Cabai di Kabupaten Bungo

Baca juga: Gubernur Jambi Al Haris Pastikan Stok Oksigen Aman, Bupati Bungo Sempat Cemas

Baca juga: Daftar Harga Sembako di Kota Jambi Saat Pengetatan PPKM

Dipaparkan datuk Rio, dari dua Kampung di Dusun Rantel, yakni Kampung Rantau Asam dan Lubuk Telau, mayoritas masyarakat memang menggantungkan air sungai Batang Pelepat untuk kebutuhan kehidupan sehari-hari.

"Sekitar 60 sampai 70 persen masyarakat kami memang menggunakan air sungai Batang Pelepat untuk hajad hidupnya sehari-hari. Inilah makanya mayoritas masyarakat sangat marah dengan aktivitas PETI di wilayah Batu Kerbau itu," ungkap Datuk Rio. (*)

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved