Selasa, 5 Mei 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Militer Indonesia

Kisah Kopassus Lumpuhkan Pembajak Pesawat yang Melempar Granat

Komando Pasukan Sandi Yudha (Koppasandha) yang saat ini bernama Kopassus hanya butuh waktu 3 menit untuk menaklukan  pembajak pesawat DC 9

Tayang:
Editor: Heri Prihartono
KOMPAS/Chrys Kelana/kompas.id
Sekitar 36 sandera pesawat Garuda Indonesia DC-9 Woyla tiba di Halim Perdanakusuma dari Bangkok pada Selasa siang pada 31 Maret 1981. 

TRIBUNJAMBI.COM -Komando Pasukan Sandi Yudha (Koppasandha) yang saat ini bernama Kopassus hanya butuh waktu 3 menit untuk menaklukan  pembajak pesawat DC-9 Garuda Indonesia di Bangkok Thailand dalam Operasi Woyla.

Keberhasilan  Kopassus yang turut mendapat pujian adalah keberhasilan menyelamatkan sandera dari pembajak di Pesawat milik Garuda itu.

Sebagai saksi sejarah Letkol Inf Sintong Pandjaitan yang saat itu sebagai  komandan pembebasan sandera bercerita tentang keberhasilan Operasi Woyla ini.

Sintong Pandjaitan menyebut jika sebenarnya Kopassus bisa menaklukan pemberontak dalam 2 menit saja.

" Sebetulnya bisa 2 menit selesai. Karena hanya 3 mati di belakang dan 1 yang sudah kena. Dan mungkin yang lari itu pengecut. Seperti saya katakan pada anak buah saya waktu itu tembak di kepala karena saya anggap itu (pembajak) pemberani.

" Gak mungkin kepalanya nunduk untuk melindungi dirinya. Dia bagaimana untuk melawan.
Ternyata mereka gak semua terlatih. " cerita Sintong dalam akun Puspen TNI.

Dilansir Kompas.com dari harian Kompas, seorang penumpang bernama Henk Siesen mengungkap peristiwa bersejarah itu.

"Tiba-tiba terdengarlah tembakan-tembakan, mungkin dalam waktu dua detik," kata warga negara Belanda itu di dalam pesawat.

"Komando itu berteriak: 'Semua penumpang tiarap'. Dan berjatuhanlah sosok-sosok tubuh campur baru berusaha untuk tiarap ke lantai," tutur Henk.
Penumpang yang tiarap berusaha dikeluarkan satu per satu lewat pintu depan.

Diceritakannya jika  penyelamatan itu tak mudah. Ada seorang pembajak yang ikut tiarap bersama para penumpang.

Pembajak itu nekat menggunakan  granat dan kemudian ia lempar setelah pinnya ditarik. Beruntung, gramat itu tidak meledak dan diamankan pasukan komando.

Pembajak yang nekat melempar granat itu pun ditembak mati saat berusaha melarikan diri lewat pintu depan.

Atas keberhasilan Kopassus ini, pesawat Garuda Indonesia berhasil dibawa kembali ke Indonesia.

Dalam peristiwa ini korban meninggal adalah Letnan Capa Achmad Kirang dan Pilot Herman Rante.

BACA KISAH HEROIK KOPASSUS LAINNYA DI SINI

SUMBER ARTIKEL : KOMPAS.COM DAN AKUN YOUTUBE PUSPEN TNI

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved