Breaking News:

Hasil Swab PCR di Jambi Lama Keluar, Bupati Tanjabtim Berencana Beli Alat Sendiri

Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjab Timur) berencana membeli alat swab PCR sendiri. 

Penulis: Abdullah Usman | Editor: Teguh Suprayitno
Istimewa
Ilustrasi Tes PCR di Labkesda Kota Jambi 

Laporan wartawan Tribunjambi.com, Abdullah Usman

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA SABAK - Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjab Timur) berencana membeli alat SWAB PCR sendiri. 

Bupati Tanjabtim Romi Hariyanto mengatakan, saat ini Tanjab Timur memerlukan alat swab PCR sendiri. Sebab, laboratorium tempat tes SWAB PCR yang ada di Provinsi Jambi prosesnya sedikit lama.

"Alat tes SWAB PCR di Provinsi Jambi hanya satu, sedangkan yang diuji sampelnya seluruh kabupaten dan Kota, jadi hasilnya pun keluarnya agak lambat," ujar Romi dalam memimpin rapat penanganan Covid 19, Kamis (19/8).

"Makanya kita perlu punya alat SWAB PCR sendiri, agar penanganan di Tanjabtim ini bisa cepat," tambahnya

Sementara, keterangan dari Direktur RSUD Nurdin Hamzah, bahwa untuk SDM aman. Selanjutnya nanti akan dibahas lagi secara teknis terkait dengan pengadaan alat SWAB PCR oleh Sekda Tanjab Timur dan Direktur RSUD Nurdin Hamzah. 

"Yang jelas Pemkab Tanjabtim akan mengupayakan pembelian alat SWAB PCR, demi lancarnya penanganan Covid-1 di Kabupaten Tanjab Timur," ungkapnya.

Dalam rapat tersebut, juga dibahas terkait dengan persiapan tempat isolasi mandiri (isoman) di Lima kecamatan, dan tempat Isoman terpusat di Kabupaten Tanjab Timur. 

Kemudian penyiapan tempat karantina khusus bagi pasien yang memiliki gejala sedang dan gejala berat. Ketersediaan oksigen di rumah sakit juga menjadi.

Baca juga: Panik Dikejar Petugas, Pengedara Avanza Tabrak Anggota Satlantas di Sarolangun

Baca juga: Tentang Vaksin Merah Putih yang Disiapkan untuk Hadapi Varian Corona

Baca juga: Pemerintah Beri Waktu Seminggu Sebelum Penegakan Hukum

"Kami juga telah memperketat pengawasan terkait dengan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). 

Acara resepsi pernikahan sudah ditiadakan. Pedagang yang datang dari Jambi juga diawasi, jika tidak memiliki surat negatif Covid-19 atau tidak ada surat sudah disuntik vaksin tidak boleh masuk ke Tanjab Timur," tegasnya.

Bupati berharap, semuanya bisa bekerjasama, baik itu Forkopimda maupun OPD terkait agar bersinergi terus dan bersatu demi mencegah penyebaran Covid-19 di Kabupaten Tanjabtim. Tanpa adanya kerja tim, semuanya akan sia-sia. (usn)

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved