Breaking News:

Pemerintah Beri Waktu Seminggu Sebelum Penegakan Hukum

Pemerintah beri waktu satu minggu, bagi angkutan untuk patuhi aturan sebelum penegakan hukum diberlakukan. 

Penulis: Abdullah Usman | Editor: Teguh Suprayitno
Tribunjambi/Abdullah Usman
Kondisi jalan yang becek dan berlumpur, membuat tumlukan kendaraan dari dua arah terjadi di Desa Siau. Beberapa sopir kendaraan terpaksa harus menginap di jalan. Selasa (17/8) 

Laporan wartawan tribunjambi.com, Abdullah Usman

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA SABAK - Pemerintah beri waktu satu minggu, bagi angkutan untuk patuhi aturan sebelum penegakan hukum diberlakukan. 

Dari hasil tiga poin kesepakatan yang didapat dari hasil rapat yang digelar Pemerintah tersebut, tahap sosialisasi menjadi langkah awal sebelum dua poin lainya ikut diberlakukan. 

Tidak tanggung tanggung, Pemerintah berikan waktu satu minggu bagi warga (sopir angkutan) untuk mematuhi aturan. Pasalnya setelah langkah sosialisasi rampung maka penindakan tegas akan diberlakukan. 

"Ya, kalo sudah tahapan sosialisasi yang kita tentukan habis, kita akan langsung lakukan penindakan, " ujar Plt Dinas Perhubungan Tanjabtim Hadi Firdaus, Kamis (19/8).

Sementaranitu perwakilan, pengusaha sawit sekaligus warga Siau Zakaria, dalam rapat tersebut sempat memprotes soal pengaktifan portal yang dinilai tidak akan efektif. 

"Kalo portal tidak akan efektif, karena sopir lebih pintar. Tidak bisa bak tinggi dia akan panjangkan bak mobil mereka. Maka Terkait pengaktifan tersebut bisa dikaji lagi," ujarnya.

Namun akhirnya, pada ending rapat baik perwakilan masyarakat, perusahaan dan juga Pemerintah sepakat untuk kembali mengaktifkan portal dan menemukan Tiga poin kesepakatan.

Baca juga: Mi Ramen Abbas, Pilihan Tepat Wisata Kuliner Malam di Kota Jambi

Baca juga: Gaji Oknum ASN yang DPO Kasus PETI Dihentikan Pemkab Merangin

Baca juga: Kartu Nikah Digital di Muarojambi Belum Diterapkan, Ini Alasannya

Dalam rapat yang berlangsung Kamis siang tersebut, juga dihadiri pihak Dinas PUPR Provinsi Jambi, perwakilan PUPR Provinsi Edy Damhari dalam pemaparannya mengatakan, awalnya jalan penghubung yang berada di Kecamatan Sabak Timur Desa Siau menuju Rantau Rasau tersebut merupakan jalan inspeksi (Pondasi awalnya bukan diperuntukan untuk jalan angkutan berat). 

" Tahun ini ada sepanjang 2,6 km yang akan diperbaiki, yakni dari jalan simpang BRI sampai jembatan asoy. Dan lanjut tambah tambahan 200 m hingga SMA. Baru dilanjutkan lagi di jalan alang alang tepatnya dari depan masjid hingga bok jembatan pesantren Desa Siau, yng memang saat ini dalam proses pengerjaan, " ujarnya.

Dalam rapat tersebut, dirinya memberikan usulan untuk pengaktifan portal dan juga pengurangan intonasi. Hingga kondisi jalan tersebut benar benar rampung diperbaiki. (usn) 

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved