Kisah Sukarno
Kisah di Balik Presiden Sukarno Yang Awalnya Bernama Kusno, Nama Diganti Karena Sering Sakit
Berita Nasional - Tidak ada yang tahu sebenarnya nama Sukarno bukanlah nama tersebut.
Selama itu pula, sang ayah menjaga Kusno dengan berbaring di atas lantai semen yang lembab, beralaskan tikar yang tpis dan usang.
Ayahnya Ia tidur tepat di bawah tempat tidur Kusno yang terbuat dari bambu untuk menjaga anak laki-lakinya.
Walaupun sudah pindah ke rumah yang lebih kering di Jalan Residen Pamuji, Kusno masih sering sakit.
Ia terkena malaria, disentri dan penyakit lainnya. Ayahnya berpikir untuk mengganti nama Kusno.
Karena Soekemi menyukai kisah Mahabharata, ia pun mengganti nama Kusno dengan Karna.
"Engkau kami beri nama Karna. Karna adalah seorang pahlawan terbesar dalam Mahabharata," kenang Sukarno menirukan sang ayah.
Ia bilang, dalam bahasa Jawa huruf "A" dibaca "O". Sedangkan awalan "Su" berarti baik, paling baik sehingga Sukarno berarti pahlawan yang baik.
Saat sekolah, Sukarno menggunakan tanda tangan yang dieja Soekarno karena mengikuti cara Belanda.
Setelah Indonesia merdeka, ia memerintahkan semua "OE" ditulis kembali menjadi "U" sehingga nama Soekarno ditulis menjadi Sukarno.
Bung Karno tetap menggunakan tanda tangan dengan ejaan lama. "Tetapi tidak mudah bagi seseorang untuk mengubah tanda tangan setelah berumur 50 tahun, jadi dalam hal tanda tangan aku masih menulis S-O-E," ceritanya.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com
• Soekarno Kaget Dengar Permintaaan Dukun Sakti dari Jambi, Tak Mengira Jawaban Badalumbun
• Ardelia Muthia Zahwa Gadis Cantik Ini Dipercaya Bawa Baki Bendera Merah Putih Saat Upacara di Istana
• Kolonel Pnb Putu Sucahyadi Komandan Upacara di Istana Merdeka, Tim Indonesia Tangguh Yang Bertugas