Breaking News:

Berita Sarolangun

Karhutla di Sarolangun 43 Kali Terjadi, Dandim Sebut 84 Titik Api di 22,75 Hektare Selama Agustus

Dandim menjelaskan, untuk rata-rata kejadian masih disebabkan oleh kelalaian masyarakat yang akan membuka lahan.

Penulis: Rifani Halim | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
ist
Kebakaran lahan di Sarolangun. 

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN - Dandim 0420/Sarolangun Bangko, Letkol Inf Tomi Radya Lubis menyampaikan perkembangan karhutla di Sarolangun usai menghadiri upacara bendera merah putih.

Dia menyatakan, titik panas kebakaran hutan dan lahan masih terpantau minim dikawasan lahan Kabupaten Sarolangun.
dalam satu pekan terakhir intensitas hujan cukup tinggi hingga titik hotspot masih terpantau minim.

"Kita lihat sampai dengan hari ini alhamdulilah untuk titik hotspot masih sangat minim," katanya usai upacara bendera, Selasa (17/8/2021).

Dandim Tomi mengenaskan bahwa pihaknya tetap akan mensosialisasikan kepada masyarakat akan resiko dari kebakaran hutan.

"Alhamdulillah sampai hari ini masih terkendali, namun untuk wilayah Sarolangun ada wilayah titik di Batang Asai yang beberapa hari ini selalu muncul titik api," katanya.

Ia memastikan pihaknya akan tetap melakukan antisipasi akan titik panas tersebut.

"Kita himbau supaya masyarakat tidak membuka lahan dengan cara dibakar," ujarnya.

Selain itu, Tomi membeberkan jika dihitung dari bulan Januari hingga Agustus 2021 terdeteksi 84 kali titik panas di Sarolangun.

"Untuk Agustus sudah 84 titik api di 22,75 hektar dengan 43 kali kebakaran hutan jadi ini angka sampai Agustus dari Januari," terang Dandim.

Ia menjelaskan perbandingan tahun ini dengan tahun 2020 lalu masih terbilang cukup kecil. Sedangkan untuk daerah rawan titik panas terdapat dikawasan Batang Asai dan Mandiangin arah selatan.

"Paling banyak dua titik itu, tapi kita tau bahwa dua titik itu adalah tanah mineral bukan gambut, apabila ada lahan gambut kita mau tidak mau harus ekstra," ungkapnya.

Dandim menjelaskan, untuk rata-rata kejadian masih disebabkan oleh kelalaian masyarakat yang akan membuka lahan.

"Rata-rata lahan warga dan mereka buka lahan, tehnik mereka itu dan kesulitan kita mereka tidak memiliki kesadaran untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar," ujarnya.

Selain itu, Tomi menyebutkan berdasarkan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) saat ini sudah memasuki musim panas.

"Seharusnya ini sudah musim panas, tetapi kita lihat ya masih ada curah hujan. Jadi ini membantu kita juga dilapangan agar tidak terjadi kebakaran hutan," pungkasnya.

Baca juga: 108 Warga Binaan Lapas Perempuan Jambi Dapat Remisi Hari Kemerdekaan

Baca juga: PSG Tunggu Real Madrid Membeli Mbappe Agar Klub Raksasa Prancis Itu Bisa Datangkan Ronaldo

Baca juga: Manfaat Oatmeal untuk Bantu Tumbuh Kembang Si Kecil, Bisa Tambahkan Potongan Apel Segar

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved